Category: Personality and Little Motivation


Berhubung katanya CC merupakan tools yang ampuh untuk berbisnis (online/offline) maka saya sungguh-sungguh mempelajari sistem CC ini utamanya sistem perhitungan bunga CC.

Melalui tulisan ini saya akan berbagi kepada Anda hasil pertapaan saya di depan komputer selama 3 jam. Hehehe. Mudah-mudahan tulisan ini bisa membuat kita lebih bijak dalam menggunakan CC.
Analisa saya berangkat dari pemahaman bahwa produk perbankan pasti dijalankan dengan sistem komputerisasi, maka saya berusaha memecahkan formula pembungaan tagihan CC. Bahan-bahan analisa saya adalah brosur dari BCA, browsing google dan komplain para pelanggan CC.

Formulanya secara garis besar sudah saya dapatkan. Walaupun saya tidak jamin kebenarannya namun dari berbagai studi kasus di brosur BCA tampaknya formula ini cukup terbukti.

Ada 2 hal penting yang sering disebut-sebut dalam bahasan kita saat ini, yaitu:
1. Tanggal cetak billing atau tanggal keluar tagihan : tanggal ketika komputer bank memproses transaksi-transaksi Anda menjadi tagihan
2. Tanggal jatuh tempo : tanggal ketika Anda wajib membayar tagihan Anda, jika lewat maka terkena denda. Yang harus Anda bayar adalah transaksi Anda yang tertera di tagihan. Sedangkan transaksi yang terjadi setelah tagihan dan sebelum jatuh tempo tidak wajib dibayar karena transaksi ini akan diperhitungkan pada tagihan bulan berikutnya.

Sekarang marilah kita pelajari formulanya yaitu sebagai berikut:
1. Jumlahkan semua transaksi periode ini tanpa dikenakan bunga
2. Cek tagihan bulan kemarin apakah ada hutang? Jika TIDAK maka tidak kena bunga (selesai), jika YA maka ke poin 3
3. Cek pada tanggal jatuh tempo tagihan bulan kemarin, apakah tagihan bulan kemarin dibayar lunas? Jika YA maka tidak kena bunga (selesai), jika TIDAK maka kena bunga
4. Kena bunga, dengan 3 kemungkinan
- Hutang dibayar tidak telat (tidak kena denda telat)
- Hutang dibayar telat (kena denda telat)
- Hutang tidak dibayar (kena denda telat)

Catatan: Perhatikan tagihan bulan ini selalu memperhitungkan tagihan bulan sebelumnya apakah sudah dibayar pada jatuh tempo tagihan bulan sebelumnya.

Untuk lebih jelasnya kita gunakan studi kasus (KLIK PADA GAMBAR UNTUK MEMPERBESAR):

1. HUTANG DIBAYAR LUNAS TEPAT WAKTU










Perhitungan Tagihan 1 Februari
1. Jumlahkan semua transaksi periode ini tanpa dikenakan bunga
Periode dari 1 Jan s.d 1 Feb = 1jt + 1,5jt = 2,5jt
2. Cek tagihan bulan kemarin apakah ada hutang? Jika TIDAK maka tidak kena bunga (selesai), jika YA maka ke poin 3
Tagihan 1 Jan = Rp 0, maka tidak ada hutang (selesai)
Kesimpulan:
Total tagihan 1 Feb = 2,5jt + 0 = 2,5jt


Perhitungan Tagihan 1 Maret
1. Jumlahkan semua transaksi periode ini tanpa dikenakan bunga
Periode dari 1 Feb s.d 1 Mar = 500rb + 750rb = 1,25jt
2. Cek tagihan bulan kemarin apakah ada hutang? Jika TIDAK maka tidak kena bunga (selesai), jika YA maka ke poin 3
Tagihan 1 Feb = Rp 2.5jt (lanjut poin 3)
3. Cek pada tanggal jatuh tempo tagihan bulan kemarin, apakah tagihan bulan kemarin dibayar lunas? Jika YA maka tidak kena bunga (selesai), jika TIDAK maka kena bunga
Ya, tagihan 1 Feb dibayar lunas 2,5jt tepat waktu jatuh tempo 15 Feb (maka tidak kena bunga, selesai)
Kesimpulan:
Total tagihan 1 Mar = 1,25jt + 2,5jt – 2,5jt = 1,25jt

2. HUTANG DIBAYAR SEBAGIAN TEPAT WAKTU(Ilustrasi dari brosur BCA klik di sini)

Perhitungan Tagihan 1 Maret
1. Jumlahkan semua transaksi periode ini tanpa dikenakan bunga
Periode dari 1 Feb s.d 1 Mar = 500rb + 750rb = 1,25jt
2. Cek tagihan bulan kemarin apakah ada hutang? Jika TIDAK maka tidak kena bunga (selesai), jika YA maka ke poin 3
Tagihan 1 Feb = Rp 2.5jt (lanjut poin 3)
3. Cek pada tanggal jatuh tempo tagihan bulan kemarin, apakah hutang dibayar lunas? Jika YA maka tidak kena bunga (selesai), jika TIDAK maka kena bunga
Tidak, tagihan 1 Feb hanya dibayar sebagian (250rb) tanggal 15 Feb maka kena bunga
4. Kena bunga, dengan kriteria Hutang dibayar tidak telat (tidak kena denda telat)
Kesimpulan:
Total tagihan 1 Mar = 1,25jt + 2,5jt – 250rb + bunga = Rp. 3,635jt (cara perhitungan bunga dapat dilihat digambar)
Catatan: Perhatikan bahwa walaupun hutang sudah dibayar 250rb, bunga dikenakan BUKAN dari SISA HUTANG melainkan dari total tagihan sebelum dipotong pembayaran.


3. HUTANG DIBAYAR SEBAGIAN LEWAT TANGGAL JATUH TEMPO (TELAT) (Ilustrasi dari brosur BCA klik di sini)



Perhitungan Tagihan 1 Maret
1. Jumlahkan semua transaksi periode ini tanpa dikenakan bunga
Idem studi kasus 2
2. Cek tagihan bulan kemarin apakah ada hutang? Jika TIDAK maka tidak kena bunga (selesai), jika YA maka ke poin 3
Idem studi kasus 2
3. Cek pada tanggal jatuh tempo tagihan bulan kemarin, apakah hutang dibayar lunas? Jika YA maka tidak kena bunga (selesai), jika TIDAK maka kena bunga
Tidak, tagihan 1 Feb hanya dibayar sebagian (250rb) tanggal 20 Feb maka kena bunga
4. Kena bunga, dengan kriteria Hutang dibayar telat (kena denda telat)
Kesimpulan:
Total tagihan 1 Mar = 1,25jt + 2,5jt – 250rb + bunga + denda telat = Rp. 3,656jt (cara perhitungan bunga dapat dilihat digambar)


4. HUTANG TIDAK DIBAYAR (Ilustrasi dari brosur BCA klik di sini)



Perhitungan Tagihan 1 Maret
1. Jumlahkan semua transaksi periode ini tanpa dikenakan bunga
Idem studi kasus 2
2. Cek tagihan bulan kemarin apakah ada hutang? Jika TIDAK maka tidak kena bunga (selesai), jika YA maka ke poin 3
Idem studi kasus 2
3. Cek pada tanggal jatuh tempo tagihan bulan kemarin, apakah hutang dibayar lunas? Jika YA maka tidak kena bunga (selesai), jika TIDAK maka kena bunga
Tidak, tagihan 1 Feb bahkan tidak dibayar maka kena bunga
4. Kena bunga, dengan kriteria Hutang tidak dibayar (kena denda telat)
Kesimpulan:
Total tagihan 1 Mar = 1,25jt + 2,5jt + bunga + denda telat = Rp. 3,99jt (cara perhitungan bunga dapat dilihat digambar)
Catatan: Perhatikan arsir merah pada gambar. Ternyata jika Anda tidak membayar tagihan sampai tanggal jatuh tempo, maka ditagihan Anda bulan berikutnya, Anda dikenakan bunga 2 kali oleh bank yaitu ditanggal 1 Feb – 1 Mar. Ada irisan di sana.

5. KOMPLAIN NASABAH

Jakarta – Saya sebagai pemegang kartu kredit X Platinum no XXXX XXXX XXXX XXXX. Terus terang merasa tidak puas dengan perhitungan bunga dari bank X yang terdengar tidak bisa diterima oleh siapa pun juga dan juga mencerminkan semaunya sendiri.
Pemakaian saya tagihan bulan Mei 2009 sebesar Rp 48 Juta. Tanggal jatuh tempo 20 Mei 2009.
Pada tanggal 11 Mei2009 saya melakukan pembayaran Rp 40 juta. Oleh karena kesibukan saya lupa membayar sisanya yang Rp 8 jutaan. Baru pada tanggal 26 Mei 2009 saya melakukan pembayaran. Pada tagihan bulan Juni 2009 saya dikenakan tagihan bunga sebesar Rp 1,6 juta karena terjadi kekurangan bayar pada tagihan Mei 2009 sebesar Rp 8 jutaan.
Terus terang siapa pun juga manusia di dunia pasti keberatan dengan hal ini. Rp 8 juta terlambat 6 hari dikenakan bunga Rp 1,6 juta . Bank X bisa mempertimbangkan kebijakannya sebelum ditinggalkan pemegang kartu kreditnya. Terima kasih.

Jawaban:
Perhatikan tulisan yang saya tebalkan. Inilah kesalahan kebanyakan nasabah dalam memahami perhitungan bunga kartu kredit. Setelah mengetahui formula kartu kredit yang telah saya jelaskan, kita tentu akan paham mengapa bunganya sampai 1,6jt. Ya.. karena bukan 8 jt yang dibungakan oleh bank melainkan 48juta. Sistem komputerisasi di bank hanya mengecek apakah pada tanggal jatuh tempo tagihan lunas. Jika tidak maka kena bunga. Dan cara menghitung bunganya bukan dari sisa hutang melainkan sebagaimana dijelaskan pada studi kasus ke 2.
Itulah 5 studi kasus dari saya. Sebagiannya disesuaikan dengan brosur resmi BCA. Mudah-mudahan menambah kebijaksanaan kita dalam menggunakan CC. Bahkan dengan sedikit kreatifitas, CC bisa menjadi tools yang ampuh untuk bisnis. Utamanya dalam pengadaan modal sebagaimana dijabarkan di http://www.modalusahaku.com/?id=130

Semoga bermanfaat…

.

Sumber: CoPas

Pertanyaan: Bagaimana melihat atau menebak sifat seseorang dengan cepat dari kaca mata orang awam (orang yang tidak mempunyai six sense atau yang ahli) ?

Di dalam ilmu jiwa (psikiater dan psikologi), tentu saja ada alat bantu untuk melihat sifat/ watak seseorang, tapi jika demikian berarti sudah masuk ke ruang lingkup “yang ahli”, termasuk bagi yang suka membaca-baca buku ilmu jiwa.

Kalau untuk six sense ? Yah udah jangan di tanya. Walau setiap orang mempunyai siz sense, cuma bedanya kalau orang awam six sense-nya masih “tertidur”.

Yang perlu di pahami dulu, bahwa sifat/ watak seseorang saat ini merupakan hasil kombinasi dari beberapa faktor yang mempengaruhinya bahkan sampai ke alam bawah sadarnya. Faktor itu adalah :

- Sifat lahiriah.

- Sifat keturunan (sifat dari gaya hidup keluarga).

- Sifat dari pendidikan, sekolah.

- Sifat dari pergaulan dari masa anak-anak sampai dewasa.

Jadi untuk menjawab pertanyaan di atas di bawah ini ada link sebagai alat bantu untuk orang awam untuk melihat sifat/ watak secara lahiriah seseorang. Silahkan di lihat, di baca, di analisa sendiri dan jangan di komentari. Cukup ambil manfaatnya dan nikmati sendiri manfaatnya sendiri.

Ramalan khas Bali

- Kalender Bali (hari kepercayaan orang-orang Bali).

- Ramalan Kehidupan

 

Ramalan khas Jawa (Jawa Tengah – Jawa Timur).

- Primbon

- Ramalan Kehidupan

Riset kedokteran menunjukkan bahwa, bayi yang baru lahir memiliki 14 milyar sel otak, hanya sedikit perbedaannya dengan otak orang dewasa. 60% dibangun sebelum usia 3 tahun dan 80% sebelum 8 tahun. Oleh karenanya penting untuk mengembangkan sel-sel otak ini selama masih janin dan setelah lahir dan menyediakan lingkungan yang kondusif guna mendukung perkembangan otak tersebut.

Perkembangan potensi kecerdasan adalah sebuah proses yang rumit. Hal ini bukan saja menyangkut berapa jumlah sel atak yang ada namun lebih merupakan ketersambungan antara sel – sel ini dalam keseluruhan jaringanotak. Hanya 5% dari milyaran sel otak yang berkembang. Sementara 95%  lainnya belum. Oleh karenanya potensi pengembangan otak menjadi tidak terbatas.

Multiple Intelligence

1. Logis Matematis

Kemampuan untuk mengeksplorasi pola – pola kategori dan hubungan dengan memanipulasi objek atau symbol dan dengan eksperimen menurut cara yang terkendali dan teratur. Kemampuan untuk menalar baik secara deduktif atau induktif dan untuk mengenali dan memanipulasi pola – pola abstrak dan hubungan – hubungan.

Ciri – ciri :

  • Suka hal – hal yang bersifat matematik atau ilmiah
  • Senang permainan yang membutuhkan strategi seperti puzzle dan catur
  • Senang menyelidiki fenomena alam dan kejadian untuk hal – hal yang baru.

Cara menstimulasinya:

v  Bermain games yang menggunakan strategi dan logis sperti catur dan domino.

v  Mendorong anak berani berpendapat atau opini terhadap kejadian, cerita dan film

v  Menonton program televise yang berkaitan dengan matematika atau pengetahuan

v  Selalu melibatkan anak dalam berbagai aktivitas dalam keseharian

v  Mendaftarkan anak kursus dalam  mental aritmatika

v  Belajar mengoperasikan computer dan software ringan

v  Mendorong anak untuk berfikir dan menyelesaikan masalah

v  Membeli bahan atau perlengkapan untuk kepentingan percobaan yang dilakukan oleh anak.

Contoh Karir:

Programmer, banker, akuntan, ahli statistic, analisa data, pialang, auditor,  manajer pembelian, jaksa, peneliti dan profesi kesehatan serta Teknisi computer

2. Linguistik

Kemampuan untuk menggunakan bahasa guna menjadikan sebuah informasi menarik diterima dan meyakinkan. Melibatkan tidak hanya kemudahan dalam menghasilkan data namun juga sensitivitas terhadap tata letak dan ritme kata.

Ciri:

  • Senang berinteraksi, tulis menulis dan debat
  • Senang mendengarkan orang lain dan senang dengan pertanyaan
  • Senang membuat audience mendengarkan pendapatnya dan memiliki kosakata yang bagus
  • Senang bermain dengan kata – kata.
  • Senang baca tulis dan memahami fungsi bahasa baik dalam menghafal tempat, nama dan tanggal

Cara menstimulasinya:

v  Main games huruf, kata – kata dan puzlle kata silang

v  Mendorong untuk gemar membaca dan orang tua menyediakan tempat khusus membaca di rumah.

v  Belajar dan menulis dengan mendengarkan

v  Didorong untuk mengungkapkan pendapat sendiri

v  Belajar bahasa lain

3. Intrapersonal

Kemampuan untuk memahami perasaan, impian dan ide

Ciri:

  • Mampu menempatkan kesenangan atau ketidaksenangan terhadap aktivitas tertentu.
  • Dapat mengkomunikasikan perasaan
  • Peduli terhadap kelemahan dan kekuatan
  • Percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki
  • Mampu untuk menempatkan tujuan – tujuan yang sesuai
  • Mampu untuk bekerja meraih cita citanya
  • Baik dalam memahami dirinya sendiri
  • Baik dalam memahami dan mengamati instingnya
  • Senang menjadi dirinya sendiri

Cara menstimulasi:

v  Tanya anak mengenai pendapat sendiri

v  Mendorong anak untuk berfikir tentang kejadian hari ini dan menuliskannya

v  Menyediakan buku perkembangan dirinya sendiri

v  Menetapkan tujuan bersama dengan anak – anak

v  Mendorong bertanya dan melakukan kegiatan bersama- sama

v  Mendorong anak untuk mengungkapkan perasaan dan emosinya

Karier yang sesuai:

Psikolog, terapis, filosofis, pemimpin keagamaan, pekerja social, pembimbing meditasi, pemimpin organisasi, trainer, professional dalam bidang kesehatan mental

4. Interpersonal

Kemampuan untuk memahami orang lain.

Ciri :

  • Menunjukkan ras empati terhadap orang lain
  • Berhubungan baik dengan rekan sebaya dan orang yang lebih dewasa
  • Menunjukkan kecakapan kepemimpinan
  • Bekerjasama dengan baik dengan orang lain
  • Sensitive terhadap perasaan orang lain
  • Baik dalam mengatur, mengkomunikasikan dan kadang kala memanipulasi seseorang

Cara menstimulasi :

v  Mendorong anak untuk mengunjungi teman dan berinteraksi

v  Medorong anaka untuk berbagi pendapat

v  Mendorong mengamati orang lain (gerak gerik dan ekspresi) dan mendiskusikan apa yang diamati dan artinya

v  Mendorong untuk berpartisipasi dalam kerja social

v   Mendorong anak untuk berpikir dari sedut pandang yang berbeda

v  Mendiskusikan sifat – sifat tokoh dalam film atau buku

Karir :

Guru, antropologis, pemimpin organisasi, costummer service, public relation, sales , travel agent, sosiologis, pembawa acara talk show politisi dan konsultan

5. Body Kinestetik

Kemampuan untuk menggunakan motorik kasar dan halus dalam olahraga seni dan produksi kerajinan. Intelegensi ini melibatkan tubuh untuk menyelesaikan masalah, menghasilkan produk dan untuk  menuangkan ide dan emosi.

Ciri:

  • Memiliki keseimbangan yang baik, ritme yang baik
  • Memiliki gerakan yang indah
  • Dapat membaca bahasa tubuh
  • Memiliki koordinasi yang baik antara tangan dan mata
  • Dapat menyelesaikan masalah dengan cara mengerjakan
  • Dapat mengkomunikasikan ide melalui gerak- gerik
  • Baik dalam aktivitas fisik dan seni

Cara menstimulasi :

v  Mendorong untuk menjawab pertanyaan dengan bahasa tubuh

v  Mendorong untuk membuat karya ketrampilan tangan

v  Mendorong partisipasi dalam aktivitas olahraga dan tarian

v  Bermain permainan untuk meningkatkan koordinasi  Syaraf- otot

Karier :

Atlet, fisioterapis, model, mekanik, koreografer, artis, pembuat kerajinan, penemu, penari, artis sirkus, dokter, perawat, pelatih olahraga dan militer.

6. Visual Spasial

Kemampuan untuk memanipulasi sebuah bentuk atau objek dan untuk menciptakan keseimbangan dan komposisi dalam tampilan visual atau spasial.

Ciri-cirinya:

  1. Senang menggambar dan merancang bangun.
  2. Senang puzzle
  3. Memperhatikan detail
  4. Mengingat tempat dengan bantuan penjelasan atau gambar
  5. Dapat membaca peta
  6. Memiliki orientasi yang baik.
  7. Baik dalam menggambarkan benda, membaca peta dan kurva.

Cara menstimulasi:

  1. Mendorong visualisasi dan konseptualisasi bahan bacaan
  2. Mendorong bermain permainan yang memerlukan penggunaan visualisasi.
  3. Mendorong untuk melontarkan ide dan pemikiran melalui gambar dan grafik untuk mengekspresikan diri mereka sendiri.
  4. Mendaftarkan anak ke kursus membuat kerajinan, gambar, dan fotografi.

Karir:

Dekorator interior, desainer interior, fotografer, arsitek, pilot, ahli bedah, pelukis, pemahat, chef, illustrator buku, pemandu wisata, desainer baju dan perhiasan.

7. Musikal

Adalah kemampuan untuk menikmati, memainkan, dan membuat karya musical. Termasuk juga sensitivitas dalam ritme suara, dan respon terhadap dampak emosional elemen-elemen ini.

Ciri:

  1. Memiliki sensitivitas dalam pola-pola suara.
  2. Membedakan suara dengan jelas.
  3. Mencari dan menikmati pengalaman musical.

Cara melatihnya:

  1. Mendorong untuk menyanyi
  2. Mendaftarkan anak ke les music.
  3. Mendorong anak untuk mendengarkan music selama membaca atau relaksasi.
  4. Mendorong anak untuk mendengarkan ritme alam dan mencoba untuk menemukan polanya.
  5. Mendorong untuk menggunakan lagu untuk mengekspresikan perasaan.

Karir: Terapis musik, guru musik, penulis lagu, konduktor, pemain instrument musik.

8. Naturalis

Merupakan kemampuan untuk mengenali flora dan fauna, serta fenomenanya.

Karakter:

  1. Senang  kegiatan outdoor, binatang, tumbuhan, dan benda-benda alam lain.
  2. Senang dan memperhatikan hal-hal semisal perubahan cuaca, perubahan daun di musim gugur, suara angin, hangatnya matahari, atau juga seekor serangga di ruangan.
  3. Mungkin membawa pulang binatang dari luar, dan memiliki binatang peliharaan serta ingin memiliki lagi.

Cara melatih:

  1. Mendorong aktivitas yang berkaitan dengan alam
  2. Mendorong membaca bahan yang berkaitan dengan topik ini
  3. Mendorong untuk mengamati, mengapresiasi, dan mendengarkan siklus dan suara alam.
  4. Mendorong hoby yang berkaitan dengan alam, seperti berkebun, memilihara binatang.

Karir: penjaga hutan, pelatih binatang, penjaga kebun binatang, ahli pertanahan, botanis, ilmuwan, peneliti burung, dokter hewan, petani/peternak, penjaga kelestarian hutan.

Hasil analisa sidik jari untuk multiple inteligence, kita fokus pada bakat genetik yang paling menonjol ( grafik paling panjang), untuk intapersonal dan interpersonal itu wajib dikembangkan karena itu adalah bekal anak atau seseorang dalam hidup bersosialisasi. Untuk dua aspek yang paling menonjol, itulah yang kita sebut sebagai bakat unggul. apabila kita berangkat dari bakat unggul seseorang maka tidak mustahil seseorang itu mencapai prestasi puncaknya dalam waktu yang relatif singkat, efisien waktu, tenaga dan materi. karena kita memiliki langkah yang jelas, akan kemanakah awalnya kita dalam mengembangkan bakat seseorang/ anak.

.

Sumber CoPas: disini

Mendidik anak bukan hal yang mudah. Guru dan orang tua harus paham betul dengan kondisi, perilaku dan karakter anak dengan baik. Di lingkungan kita sudah lazim dikenal bahwa anak yang pintar adalah anak yang nilai raport atau ulangan yang bagus atau hal-hal yang ukurannya sifatnya masih belum menjadi representasi menyeluruh dari kecerdasan anak. Seorang anak bisa jadi unggul di bidang tertentu dan lemah di bidang lain. Dengan kata lain, anak memiliki tipe kecerdasan yang berbeda-beda Teori yang dikembangkan oleh Howard Gardner, dari Harvard University, menyebutkan bahwa kecerdasan dapat dilihat dari 9 macam. Seringkali kita hanya menilai kecerdasan dari satu macam saja. 9 kecerdasan menurut Gardner adalah:

  1. Kecerdasan Logika Bahasa (Logical-linguistic), yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan kata dan bahasa (orator, penulis, penyiar, dll).
  2. Kecerdasan Logika Matematika (Logical-mathematical) adalah kecerdasan yang berkaitan dengan angka dan pemecahan masalah (ahli matematika, bankir, dll).
  3. Kecerdasan Spasial (Spatial), yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan gambar dan citra visual (sutradara, desainer, seniman, dsb).
  4. Kecerdasan Musik (Musical), yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan kepekaan terhadap tinggi rendah nada dan suara (penyanyi, komposer, dll).
  5. Kecerdasan Kinestetik (Bodily-Kinesthetic), yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan gerak tubuh (atlet, penari, dsb).
  6. Kecerdasan Interpersonal (Interpersonal), yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan interaksi sosial (politisi, psikolog, pekerja sosial, dsb).
  7. Kecerdasan Intrapersonal (Interapersonal), yaitu kecerdasan yang berkaitan pemahaman diri (psikolog, spiritualis, penulis, dll).
  8. Kecerdasan Naturalistik (Naturalistic), yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan perhatian/kepekaan terhadap alam dan lingkungan (ahli biologi, pecinta alam, aktivis lingkungan, pendaki gunung, dll).
  9. Kecerdasan Eksistensial (Existensial), yaitu kecerdasan yang berkaitan kepekaan menghubungkan antara keberadaan diri (eksistensi diri) dengan alam semesta (filosof, spiritualis, ilmuwan, seniman, dsb).

Lebih lanjut dinyatakan bahwa 9 kecerdasan tersebut ada pada diri setiap orang tetapi dengan tingkat yang berbeda-beda. Hal ini menunjukkan bahwa setiap individu memiliki cara unik untuk menyerap dan mengaktualisasikan informasi dan pengetahuan. Guru, pendidik dan orang tua seharusnya mampu mengenali kecerdasan anak sesuai tipe-nya sehingga dapat memberikan motivasi dan arahan yang tepat agar anak dapat mengembangkan diri sesuai kecerdasan yang dimilikinya.

.

Sumber CoPas: di sini

This is only partly ”wise words” from the existing and havenever been there before.

.

That’s been one of my mantras – focus and simplicity. Simple can be harder than complex: You have to work hard to get your thinking clean to make it simple. But it’s worth it in the end because once you get there, you can move mountains. ~ Steve Jobs.

.

Your most unhappy customers are your greatest source of learning. ~ Bill Gates.

.

Prayer is when you talk to God; meditation is when you listen to God. ~ Diana Robinson.

.

How on earth are you ever going to explain in terms of chemistry and physics so important a biological phenomenon as first love ? ~ Albert Einstein.

.

It’s not a faith in technology. It’s faith in people. ~ Steve Jobs.

.

Sumber: be inspired and inspire

5 Kisah Berharga dari Bangkrutnya Usaha Kecil

Tahun 2011 menjadi masa yang cukup berat bagi para pelaku bisnis,
terutama usaha kecil dan menengah (UKM). Banyak yang akhirnya tutup
karena kesalahan strategi dan juga tekanan akibat krisis global.

Menurut Federation of Independent Business, masalah utama dari bisnis
UKM adalah melambatnya raihan omzet. Tanpa mengesampingkan
masalah-masalah lain, Kepala Ekonomi FIB William Dunkelberg menilai,
omzet merupakan kunci dari sebuah bisnis.

Sayangnya, tidak semua bisnis bisa beruntung di tahun 2011. Berikut 5
cerita kesalahan bisnis UKM yang pada akhirnya membuat mereka harus
menyerah setelah berjuang keras menghadapi krisis seperti dikutip dari
New York Times, Jumat (29/12/2011).

.

1. Pinjam Uang di Waktu yang Salah

Elizabeth Anne Bed & Breakfast didirikan pada tahun 2003 lalu dengan
nilai investasi sekitar US$ 650 ribu atau Rp 5,85 miliar. Pelunasan
penginapan itu dilakukan melalui cicilan. Bisnis ini terpaksa ditutup
Agustus tahun ini.

PADA MASA JAYANYA.

Setelah membeli penginapan tersebut, pasangan suami istri Reinerts
meraup omzet yang secara perlahan naik setiap tahunnya, dari Rp 702
juta di 2004 menjadi Rp 936 juta di 2007. “Kami mengenal sebagian
besar tamu, dan mereka (tamu) saling mengenal satu sama lain,” kata
Kevin.

APA YANG SALAH?

Pada tahun 2007 pasutri pengusaha itu mengambil kredit baru, menambah
modal untuk renovasi dapur. Pinjaman berjangka waktu 10 tahun itu,
beserta bunganya, menambah total cicilan yang harus dibayar per bulan
menjadi Rp 15,3 juta. Ditambah dengan berkurangnya jumlah wisatawan
akibat krisis, omzet mereka anjlok 21% di 2009. Hingga pada 2010,
mereka kesulitan untuk membayar cicilan akhirnya asetnya disita oleh
bank.

PELAJARANNYA

Kevin menyalahkan pengambilan kredit tersebut. “Itulah penyebabnya.
Waktu itu, kami tidak mengira pendapatan akan melambat,” katanya. Saat
ini, kedua suami istri Reinert menjalankan KR Construction, yang
menyediakan jasa konstruksi rumah. Denise juga bekerja di restoran
setempat, sementara Kevin manggung bersama band yang membawakan
lagu-lagu The Beatles bernama Dr. Robert.
.

2. Semua Berjalan Sesuai Aturan

Just Moulding, sebuah perusahaan yang berbasis di Gaithersburg,
Maryland, sehari-hari menjual dan memasang dekorasi rumah hasil
cetakan. Perusahaan ini didirikan tahun 2004 dan ditutup April tahun
ini.

PADA MASA JAYANYA

Mark Rubin dan Kevin Wales memulai perusahaan ini dengan rumah kerja
kecil yang hanya menerima pemesanan kecil-kecilan. Pada tahun 2007,
bisnis mereka meningkat luar biasa sehingga akhirnya memutuskan untuk
menjadikannya waralaba. Keduanya meraup Rp 6,3 miliar dari 21
investor. Setelah Kevin memutuskan keluar dari perusahaan tahun 2010,
mertua Mark, Richard Hayman, memutuskan untuk mengambil alih kursi
presiden direktur. Tak berapa lama, omzetnya naik 20% dan menjadi
perusahaan yang terus mencetak pertumbuhan laba.

APA YANG SALAH?

Pada masa resesi. Menurut Richard, perusahaan tersebut menjual produk
yang diinginkan konsumen, tapi bukan produk yang benar-benar
dibutuhkan. “Bentuknya hiasan untuk dekorasi rumah, bukan dinding atau
atap,” katanya. Saat bisnisnya mulai tumbuh dan biaya operasional
semakin tinggi karena sudah menjadi waralaba, penjualannya malah
anjlok. Para investor yang tertarik membuka waralabanya juga kesulitan
membayar fee sekitar Rp 900 juta- 2,25 miliar hanya untuk memulai
usaha ini.

PELAJARANNYA

“Kami sudah melakukan semuanya sesuai aturan,” kata Richard, yang
sudah menanamkan modal Rp 4,23 miliar ke perusahaannya itu. “Kami
sudah memakai orang-orang terbaik, dengan produk yang jempolan. Hanya
saja kami tidak bisa melawan (krisis) ekonomi,” ujarnya. Dia dan Mark
menolak membahas bisnis yang sedang mereka kerjakan saat ini.

.

3. Ketika 1% Dirasa Sudah Cukup

P & H Capital, perusahaan pembiayaan dari Brooklyn ini mengkhususkan
diri di pinjaman untuk UKM, dibuka tahun 2009 dan tutup Maret kemarin.

PADA MASA JAYANYA

Shawn Porat dan Ismail Humet memulai P & H Capital dengan modal Rp 36
juta. Sebelumnya, Ismail adalah analis di Wall Street sementara Shawn
pengacara perdata. Kedua sahabat itu menilai krisis subprime dan makin
ketatnya likuiditas sebagai sebuah kesempatan. Pada Januari 2010,
keduanya mendapat kontrak penyaluran pembiayaan senilai Rp 4,5 triliun
yang dipercaya bisa meningkatkan kinerja perusahaan. “Komisi kami
hanya 1%,” kata Ismail, “dan 1% dari Rp 4,5 triliun adalah banyak
sekali,” tambahnya.

APA YANG SALAH?

Karena satu dan dua hal, perjanjian pembiayaan tersebut berhenti di
tengah jalan. Pihak peminjam ragu karena uangnya akan dipakai
membangun pabrik di kawasan Asia, kata Ismail, dan mereka pesimistis
bernego dengan pemerintah setempat. Akhirnya, si peminjam malah
mencari kredit di tempat lain. Ismail juga mengatakan, banyak klien P
& H meminta jumlah uang yang tak masuk akal. “Kami pernah punya klien
pemilik restoran yang butuh Rp 2,7 miliar hanya untuk buka cabang.
Kami hanya sanggup sediakan Rp 1,35 miliar,” ujarnya. “Dan dia tidak
setuju,” tambahnya.

PELAJARANNYA

Kedua sahabat itu tidak mengantisipasi betapa sulitnya menawarkan
pembiayaan, bahkan dengan tawaran yang paling menarik sekalipun. Sejak
ditutupnya P & H, Ismail membantu dalam pembuatan MyFreebeez.com,
situs yang mempromosikan UKM hanya dengan bayaran sekedarnya.

.

4. Proyeksi Dana Operasional yang Payah

ScooterFood, produsen makanan anjing yang berbasis di Brooklyn, dibuka
tahun 2006 dan ditutup Agustus lalu.

PADA MASA JAYANYA

Tak lama setelah insiden 11 September 2001, Michelle Lewis menjadi
pengangguran setelah galeri seni tempat ia bekerja bangkrut karena
lokasinya yang berdekatan dengan World Trade Center (WTC). Sebagai
pecinta binatang, ia mulai memasak makanan anjing memakai bahan-bahan
yang alami. Pasalnya, anjingnya yang bernama Scooter Mae tidak
menyukai makanan kaleng. Seorang teman menyarankan agar Michelle
menyulap makanan tersebut menjadi sebuah bisnis, dan pada 2006, dia
membuka ScooterFood. Perusahaannya bahkan sempat menempati urutan
kedua bisnis paling menjanjikan dalam kompetisi PowerUP! di
perpustakaan umum Brooklyn dengan total hadiah Rp 45 juta.

APA YANG SALAH?

Michelle mengaku rencana bisnisnya sudah disusun jauh lebih baik dari
para kompetitornya. Tapi karena makanan anjingnya tidak memakai bahan
pengawet, akhirnya dia memutuskan untuk menjualnya secara beku. Tapi
dia tidak menyadari bahwa di 2006 belum banyak toko binatang yang
memiliki mesin pendingin. Selain itu, karena biaya logistik makanan
beku cukup mahal, akhirnya harga jual jadi lebih tinggi ketimbang
makanan anjing lainnya.

PELAJARANNYA

Michelle mengaku kurang cermat dalam pembukuan perusahaannya. “Saya
tidak menyusun anggaran dengan baik dan tidak menghitung apakah
omzetku bisa menutupi semuanya,” ungkapnya. Selama lima tahun
berjalan, ia sudah menginvestasikan Rp 540 juta di perusahaannya. Jika
tahu sejak awal, ia mengaku tidak akan berlama-lama membuka bisnisnya.
Setelah menutup ScooterFood di Agustus, Michelle membuka bisnis saus
karamel bernama Spoonable. Ia akhirnya meminta bantuan profesional
untuk pembukuannya.

.

5. Laba yang Hilang

SmartyVA adalah situs asisten virtual yuang membantu anda berlatih
dalam manajemen sosial media yang berbasis di San Luis Obispo,
California. Perusahaan ini dibuka tahun 2009 dan ditutup awal Februari
tahun ini.

PADA MASA JAYANYA

Pada tahun 2009 Starr Hall, seorang konsultan hubungan masyarakat
menerima banyak permintaan untuk manajemen sosial media, dia melihat
ini sebagai kesempatan. Dia menanamkan dana Rp 90 juta untuk membentuk
materi program SmartyVA dan sebauh situs dengan mesin pencari yang
mencari kecocokan pekerjaan. Program berjangka waktu enam minggu itu
biayanya Rp 9 juta dengan target pasar para ibu rumah tangga yang
belum pernah bekerja sebelumnya. Jika kliennya tersebut berhasil
mendapatkan pekerjaan lewat program tersebut, maka SmartyVA menerima
10% dari gaji mereka. Perusahaan ini meraup omzet Rp 900 juta dalam
enam bulan pertama.

APA YANG SALAH?

Laba SmartyVA sangat bergantung pada keberhasilan kliennya menemukan
pekerjaan yang tepat. “Ratusan klien kami lulus dari program, tapi
hanya 21 yang mendapatkan pekerjaan,” kata Starr. “Jika semuanya
berhasil bekerja, laba kami pasti akan tinggi,” tambahnya.

PELAJARANNYA

“Saya tidak mengantisipasi bedanya pola pikir antara wanita yang saya
latih dengan saya sendiri,” katanya. Starr sekarang kembali menjadi
konsultan. Ia menerbitkan buku baru dengan judul ‘The Social Wave: Why
Your Business is Wiping Out with Social Media and How to Fix it.’

.

Sumber CoPas: millist SP, bro Chandra Wow

Gaya Belajar Anda Visual, Auditori, atau Kinestetik ?

Dalam buku Quantum Learning dipaparkan 3 modalitas belajar seseorang yaitu : “modalitas Visual, Auditori atau Kinestetic (V-A-K). Walaupun masing2 dari kita belajar dengan menggunakan ketiga modlaitas ini pada tahapan tertentu, kebanyakan orang lebih cenderung pada salah satu di antara ketiganya”.

1. Visual (belajar dengan cara melihat)

Lirikan keatas bila berbicara, berbicara dengan cepat. Bagi siswa yang bergaya belajar visual, yang memegang peranan penting adalah mata / penglihatan ( visual ), dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak / dititikberatkan pada peragaan / media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis. Anak yang mempunyai  gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video. Di dalam kelas, anak visual lebih suka mencatat sampai detil-detilnya untuk mendapatkan informasi.

Ciri-ciri gaya belajar visual :

  • Bicara agak cepat
  • Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi
  • Tidak mudah terganggu oleh keributan
  • Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar
  • Lebih suka membaca dari pada dibacakan
  • Pembaca cepat dan tekun
  • Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata
  • Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato
  • Lebih suka musik dari pada seni
  • Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya

Strategi untuk mempermudah proses belajar anak visual :

  • Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta.
  • Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting.
  • Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi.
  • Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video).
  • Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.

2. Auditori (belajar dengan cara mendengar)

Lirikan kekiri/kekanan mendatar bila berbicara, berbicara sedang2 saja. Siswa yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga ( alat pendengarannya ), untuk itu maka guru sebaiknya harus memperhatikan siswanya hingga ke alat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakan. Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori mendengarkannya. Anak-anak seperi ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset.
Ciri-ciri gaya belajar auditori :

  • Saat bekerja suka bicaa kepada diri sendiri
  • Penampilan rapi
  • Mudah terganggu oleh keributan
  • Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat
  • Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
  • Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
  • Biasanya ia pembicara yang fasih
  • Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
  • Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
  • Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual
  • Berbicara dalam irama yang terpola
  • Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara

Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori :

  • Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.
  • Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.
  • Gunakan musik untuk mengajarkan anak.
  • Diskusikan ide dengan anak secara verbal.
  • Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.

3. Kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh)

Lirikan kebawah bila berbicara, berbicara lebih lambat. Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat. Siswa yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan.

Ciri-ciri gaya belajar kinestetik :

  • Berbicara perlahan
  • Penampilan rapi
  • Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan
  • Belajar melalui memanipulasi dan praktek
  • Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
  • Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
  • Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
  • Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca
  • Menyukai permainan yang menyibukkan
  • Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu
  • Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi

Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik:

  • Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.
  • Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).
  • Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.
  • Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.
  • Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik.

Gaya belajar dapat menentukan prestasi belajar anak. Jika diberikan strategi yang sesuai dengan gaya belajarnya, anak dapat berkembang dengan lebih baik. Gaya belajar otomatis tergantung dari orang yang belajar. Artinya, setiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda. Bagaimana dengan gaya belajar Anda?

.

Sumber: CoPas dari : Nurita Putranti

.

(tambahan)

Dasar NLP – Kinestetik 

Kinestetik adalah sebuah istilah yang dipakai di NLP untuk menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan perasaan dan sensasi tubuh. Sistem representasi kinestetik dianggap sebagai satu dari tiga dasar modalitas yang digunakan untuk membangun model-model dari dunia kita.

Dalam NLP, istilah kinestetik digunakan untuk melingkupi semua jenis dari perasaan termasuk di dalamnya perasaan sentuhan, sensasi oleh rangsangan dan perasaan dari dalam.

Orang-orang yang dasarnya berorientasi kinestetik membutuhkan gerakan dan sentuhan dalam belajar dan memahami sesuatu. Mereka belajar dengan melakukan dan berinteraksi secara fisik dengan dunia di sekelilingnya. Pembelajar-pembelajar kinestetik akan mengalami kesulitan dalam sekolah yang memiliki pengaturan tradisional karena metode standar pendidikan meletakan penekanan terbesar pada system reprentasi secara visual dan verbal. Mereka biasanya menjadi atlit dan penari yang luar biasa dikarenakan oleh kesensitifan mereka terhadap tubuh dan perasaan mereka.

Orang dengan sistem representasi kinestetik dapat terlihat tidak stabil, tidak rasional dan sensitif berlebihan bagi orang yang lebih terorientasi secara verbal dan visual.

Para individu yang memiliki sensitivitas kinestetik yang kurang berkembang dapat terlihat tak dapat menyatu dengan lingkungannya dan aneh. Mereka seringkali dikenal sebagai “dingin” oleh orang yang lebih terorientasi secara kinestetik.

Kurangnya keterhubungan dengan sistem kinestetik dapat juga membawa pada kepasifan. Seseorang yang sangat visual tapi memiliki derajat sensibilitas kinestetik yang rendah, misalnya, akan cenderung menjadi ‘’pemimpi’’ atau seorang ‘’pengamat’’. Orang yang sangat verbal tapi kurang terhubung dengan sistem kinestetik mereka akan cenderung menjadi sangat rasional, tapi dapat juga menjadi abstrak dan tidak sensitif, seperti robot atau komputer.

Seseorang yang pengalaman kisnestetiknya tidak tersentuh secara mendalam cenderung akan menjadi “tidak membumi.” Sistem representasi kinestetik sepertinya menjadi hal inti di dalam tujuannya membuat keputusan yang baik dan pemberian penilaian yang mempertimbangkan lingkungan sekelilingnya (ekologis).

Pada faktanya, yang mungkin mengejutkan bagi sebagian orang, ahli filsafat Aristotle berkeyakinan bahwa perkembangan derajat yang lebih tinggi terhadap indera kinestetik dari umat manusialah yang membedakan mereka dari binatang.

.

Sumber CoPas: NLP

.

Tambahan 3 December 2011:

Untuk test VAK, filenya bisa download di sini, tapi file ini dlm bahasa Inggris, tapi masih simple engglish kok atau bisa gunakan google.translate.

Untuk mengetahui lebih banyak lagi link ini  layak untuk jadi refrensi dalam belajar.

Siapa yang berhasil mengambil hati konsumennya agar membeli produk dengan harga tinggi, dialah pemenangnya.Siapa yang berhasil mengambil hati konsumenya agar membeli lagi produk dengan harga tinggi, dialah pemenang sejati.

Menjual produk bukanlah hanya jual-beli barang, tetapi sebelum transaksi di mulai sudah terjadi yang di katakan empati terhadap konsumen yang datang dari dalam hati (ada kejujuran pada diri sendiri). Sebab jika empati itu di buat-buat (karena dipaksa dengan moto “Customer is King”) maka akan keluar bahasa tubuh yang tidak baik dan hal itu mungkin saja terlihat oleh konsumen. Oh…that’s not good !.

Pertanyaan untuk Anda: Mengapa konsumen harus memberi produk Anda ? Apakah ada nilai lebihnya bagi konsumen ? ‘nah nilai lebih ini yang akan saya bagikan ke Anda. Tetapi sebelum membaca tentang nilai lebih ini, ada syarat yang harus Anda kerjakan, yakni setelah Anda bisa jujur pada diri sendiri dan mulai mengembangankan empati terhadap lingkungan Anda, maka Anda bisa melanjutkan membaca ini.

Ada 8 hal yang di nilai oleh konsumen sebagai nilai lebih (value), sebelum terjadi transaksi, di antaranya :

* Akses
Kemudahan konsumen untuk berhubungan dengan perusahaan yang dimaksud harus mudah dan tidak bertele-tele. Tami mencontohkan pelayanan perusahaan DHL yang mengganti mesin penjawab otomatisnya dengan operator yang menjawab langsung kebutuhan para konsumennya. Konsumen harus diberikan akses mudah untuk mendapat informasi dan menghubungi perusahaan. Caranya, bisa lewat karyawannya, call centre, kantor perusahaan, website, cara pembayaran, dan informasi-informasi lain.

* Kompetensi
Di mata pelanggan, kemampuan dan pengetahuan karyawan akan memengaruhi layanan yang akan ia dapatkan. Ketika karyawan tidak dapat menjawab atau memberikan informasi yang ia butuhkan saat bertanya kepada karyawan,  konsumen akan berpikiran bahwa pelayanannya tak akan memuaskan karena si karyawan tidak kompeten. Karyawan  baru perlu masa orientasi sebagai pembekalan pengetahuan tentang produk atau jasa, adaptasi lingkungan kerja,  pembelajaran, sekaligus empowerment dirinya.

* Courtesy (sopan santun)
Keramahtamahan dan kemampuan berkomunikasi para penyedia layanan menjadi hal yang penting bagi konsumen.  Konsumen adalah manusia yang memiliki perasaan, yang sering menjadi penentu saat mengambil keputusan dan  melakukan penilaian.

* Reliability (dapat di percaya)
Bisa diandalkan di segala kesempatan juga akan menjadi penilaian seorang pelanggan terhadap sebuah jasa. Karenanya,  amat penting untuk sebuah perusahaan bisa memberikan harapan dan spesifikasi yang telah dijanjikan.  Kualitas produk, ketersediaan produk, kehandalan karyawan di jajaran depan, support teknis, dan bagian lainnya  adalah hal-hal yang akan menjadi bahan penilaian pelanggan terhadap kehandalan perusahaan.

* Responsiveness (kemampuan untuk merespon)
Pelanggan butuh kenyamanan dan jaminan bahwa perusahaan Anda bisa merespon ketika terjadi masalah pada  pelayanan.

* Speed (kecepatan pelayanan)
Saat ini persaingan bisnis makin tinggi, kecepatan menjadi sebuah hal yang mewah. Pelanggan akan memilih pelayanan prima yang bisa dihantar dengan kecepatan tinggi pula. Kecepatan informasi, penanganan masalah yang cepat, proses kerja tak bertele-tele, proses pembayaran yang ringkas, dan lainnya harus diperhatikan.

* Security (keamanan)
Keamanan tak hanya berupa benda tapi juga keamanan akan data dan informasi pelanggan yang terdapat di dalam  perusahaan sering menjadi ukuran keamanan menggunakan sebuah perusahaan. Pastikan rasa aman saat menggunakan produk, juga atas layanan, dan hal lainnya dalam pelaksanaan servis terus terjaga.

* Tangible (nyata, ada)
Tampilan kasat mata pun akan menjadi penting untuk pelanggan. Tampilan produk, bentuk, dan suasana kantor, loket pembayaran, penampilan karyawan, tampilan media dan promosi, surat menyurat, dan hal-hal yang akan memanjakan indera pelanggan harus diperhatikan keindahannya.

Lalukan hal-hal dari empati menjadi service dan service menjadi care terhadap konsumen agar dari sebagai calon konsumen menjadi pelanggan setia. Jika sudah tercipta penlanggan setia, maka secara alami akan terbentuk “iklan berjalan” gratis. Dengan adanya kondisi ini maka akan tercipta pelanggan-pelanggan baru yang akan datang sendiri kepada Anda.

Pustaka:

- Saya sendiri

- Teman saya yang anggap sebagai guru.

- Internet.

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.