<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>bLOG</title>
	<atom:link href="http://budilog.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://budilog.wordpress.com</link>
	<description>bLOG (Budi Log; Kebijakan  yang tercatat dari suatu kejadian)</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Feb 2012 08:57:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='budilog.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/3b8ce3e86b0f4402e909a9553ad2e21b?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>bLOG</title>
		<link>http://budilog.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://budilog.wordpress.com/osd.xml" title="bLOG" />
	<atom:link rel='hub' href='http://budilog.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Remote Desktop from Ubuntu</title>
		<link>http://budilog.wordpress.com/2012/02/02/remote-desktop-from-ubuntu/</link>
		<comments>http://budilog.wordpress.com/2012/02/02/remote-desktop-from-ubuntu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 10:08:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budilog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[Remote Desktop Ubuntu Remmina remotedesktop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budilog.wordpress.com/?p=439</guid>
		<description><![CDATA[Untuk applikasi Remote Desktop di (dari) Ubuntu ke Windows dan Device lain via GUI, bisa menggunakan aplikasi Remmina. Di Remmina-Gnome ini memiliki service: - RDP : Windows Terminal Service - SFTP : Secure File Transfer - SSH : Secure Shell - VNC : Virtual Network Computing - VNC &#8211; Incomming Connection Untuk install Remmina bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budilog.wordpress.com&amp;blog=6675903&amp;post=439&amp;subd=budilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk applikasi Remote Desktop di (dari) Ubuntu ke Windows dan Device lain via GUI, bisa menggunakan aplikasi Remmina.</p>
<p>Di Remmina-Gnome ini memiliki service:</p>
<p>- RDP : Windows Terminal Service</p>
<p>- SFTP : Secure File Transfer</p>
<p>- SSH : Secure Shell</p>
<p>- VNC : Virtual Network Computing</p>
<p>- VNC &#8211; Incomming Connection</p>
<p>Untuk install Remmina bisa menggunakan Snaptic Package Manager, lalu search dengan menggunakan kata kunci : remmina.</p>
<p>Untuk memanggil Remmina, di Application &#8211; Internet &#8211; Remminta Remote Desktop Client. Setelah itu tinggal setting device apa yang mau di remote.</p>
<p>Hasil Remmina di Ubuntu 10.4:</p>
<p><a href="http://budilog.files.wordpress.com/2012/02/remminaremotedesktopubuntu2.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-445" title="remminaremotedesktopubuntu" src="http://budilog.files.wordpress.com/2012/02/remminaremotedesktopubuntu2.jpg?w=146&#038;h=150" alt="" width="146" height="150" /></a></p>
<br /> Tagged: <a href='http://budilog.wordpress.com/tag/remote-desktop-ubuntu-remmina-remotedesktop/'>Remote Desktop Ubuntu Remmina remotedesktop</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budilog.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budilog.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budilog.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budilog.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/budilog.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/budilog.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/budilog.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/budilog.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budilog.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budilog.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budilog.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budilog.wordpress.com/439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budilog.wordpress.com/439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budilog.wordpress.com/439/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budilog.wordpress.com&amp;blog=6675903&amp;post=439&amp;subd=budilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budilog.wordpress.com/2012/02/02/remote-desktop-from-ubuntu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a735a1fda281efee45ff07a44fbe049?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budilog</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://budilog.files.wordpress.com/2012/02/remminaremotedesktopubuntu2.jpg?w=146" medium="image">
			<media:title type="html">remminaremotedesktopubuntu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ruangan Segar tanpa AC (Air Conditioner)</title>
		<link>http://budilog.wordpress.com/2012/01/11/ruangan-segar-tanpa-ac-air-conditioner/</link>
		<comments>http://budilog.wordpress.com/2012/01/11/ruangan-segar-tanpa-ac-air-conditioner/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 07:55:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budilog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[kamar panas sejuk adem udara kipas angin gerah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budilog.wordpress.com/?p=436</guid>
		<description><![CDATA[Kipas angin sudah dinyalakan pada kapasitas penuh, namun kamar kita masih terasa panas. Terlalu besarkah kamarnya? Salah! Jawaban yang benar adalah karena sirkulasi udara belum mencukupi. Ruangan yang ideal adalah yang memiliki ventilasi yang mengalir dari bawah ke atas. Alirannya juga terus menerus sehingga kita merasa nyaman karena selalu mendapatkan udara &#8220;baru&#8221;. Masalahnya, tak jarang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budilog.wordpress.com&amp;blog=6675903&amp;post=436&amp;subd=budilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kipas angin sudah dinyalakan pada kapasitas penuh, namun kamar kita masih terasa panas. Terlalu besarkah kamarnya? Salah! Jawaban yang benar adalah karena sirkulasi udara belum mencukupi.</p>
<p>Ruangan yang ideal adalah yang memiliki ventilasi yang mengalir dari bawah ke atas. Alirannya juga terus menerus sehingga kita merasa nyaman karena selalu mendapatkan udara &#8220;baru&#8221;. Masalahnya, tak jarang halaman rumah sempit sehingga aliran udara hanya dari satu dinding. Bisa jadi karena kita harus berbagi tembok dengan tetangga, seperti yang terjadi di kompleks perumahan. Pergantian udara di ruangan semacam ini sangat lamban sehingga kita banyak menghirup kembali CO2 yang keluar dari paru-paru. Itulah sebabnya, walaupun kipas sudah dihidupkan, udara yang kita hirup masih tetap sama. Bahkan kandungan CO2-nya bertambah sedangkan O2 berkurang, sehingga terasa gerah.</p>
<p>Bagaimana cara mengatasinya?</p>
<p>Bila di atas terdapat atap genteng, maka kita bisa buatkan lubang angin sederhana berukuran sekitar 40 x 40 cm dan tinggi 20 cm. Sisi yang terbuka ditutup dengan kasa kawat agar nyamuk dan tikus tidak bisa melewatinya. Genteng di atasnya bisa diganti dengan genteng kaca (cukup dua buah) supaya matahari bisa &#8220;menengok&#8221; ruangan di atas plafon.</p>
<p>Lalu, bagaimana jika di atas kamar kita ada ruangan lain?</p>
<p>Kita buatkan lubang angin di sisi bawah pintu. Di tempat lain, sejajar dengan pintu, kita pasang kipas sirkulasi. Masalahnya, berapa kapasitas kipas sirkulasi yang efektif?</p>
<p>Pertama kita hitung volume ruangan. Misal panjang = 4 m, lebar = 3 m, dan tinggi = 2,5 m. Jadi, volume ruangan, V = 4 x 3 x 2,5 = 30 m3. Kemudian, menurut penelitian, Faktor Pergantian Udara (FPU) adalah sebagai berikut:<br />
Kamar tidur = 2 kali/jam<br />
Dapur = 12 kali/jam<br />
Garasi = 8 kali/jam.<br />
Kamar mandi = 6 kali/jam.<br />
Berarti, perhitungannya adalah: Kapasitas Kipas Angin = V x FPU = 30 x 2 = 60 m3/jam. Beberapa merek masih menggunakan satuan Inggris cfm (cubic feet per minute). Hasil tadi harus kita konversikan sbb.</p>
<p>Sebagai alat bantu untuk konversi dari m3/jam (m3/hour = m3/h) ke cfm, bisa gunakan:<br />
- Conversi 1: <a href="http://www.engineeringtoolbox.com/flow-units-converter-d_405.html" target="_blank">The Engineering Toolbox</a><br />
- Conversi 2: <a href="http://www.calculatoredge.com/optical%20engg/air%20flow.htm" target="_blank">Calculator Edge</a><br />
- Conversi 3:  <a href="http://www.comairrotron.com/airflow_calc.shtml" target="_blank">AirFlow</a></p>
<p>1 m = 3,28 ft &#8212;&gt; 1 m3 = 3,283 ft3 = 35,3 ft3<br />
1 jam = 60 menit<br />
sehingga 60 m3/jam = 60 x 35,3/60 = 35,3 cfm</p>
<p>Maka kita membeli kipas angin sirkulasi dengan kapasitas 35,3 cfm.</p>
<p>Nah, ruangan kita pun menjadi sejuk tanpa memasang AC.</p>
<p>.</p>
<p>Sumber: <a href="http://intisari-online.com/" target="_blank">CoPas</a></p>
<br /> Tagged: <a href='http://budilog.wordpress.com/tag/kamar-panas-sejuk-adem-udara-kipas-angin-gerah/'>kamar panas sejuk adem udara kipas angin gerah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budilog.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budilog.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budilog.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budilog.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/budilog.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/budilog.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/budilog.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/budilog.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budilog.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budilog.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budilog.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budilog.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budilog.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budilog.wordpress.com/436/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budilog.wordpress.com&amp;blog=6675903&amp;post=436&amp;subd=budilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budilog.wordpress.com/2012/01/11/ruangan-segar-tanpa-ac-air-conditioner/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a735a1fda281efee45ff07a44fbe049?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budilog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>APA KATA PARA GURU MEDITASI ?</title>
		<link>http://budilog.wordpress.com/2011/12/31/apa-kata-para-guru-meditasi/</link>
		<comments>http://budilog.wordpress.com/2011/12/31/apa-kata-para-guru-meditasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 11:46:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budilog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dhamma]]></category>
		<category><![CDATA[meditasi guru buddha dhamma sangha vipassana samatha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budilog.wordpress.com/?p=421</guid>
		<description><![CDATA[APA KATA PARA GURU MEDITASI ? Oleh: Ven. Visuddhacara Diterjemahkan oleh Hudoyo Hupodio Pada umumnya para guru meditasi Buddhis yang terkenal dan berpengalaman sepakat bahwa jhana tidak diperlukan atau tidak merupakan syarat  pendahulu bagi meditasi vipassana. Misalnya, dalam buku &#8220;Living Buddhist Masters&#8221; (dulu diterbitkan oleh Buddhist Publication Society, Sri Lanka, dan sesudah itu dengan judul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budilog.wordpress.com&amp;blog=6675903&amp;post=421&amp;subd=budilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>APA KATA PARA GURU MEDITASI ?</strong></p>
<p>Oleh: Ven. Visuddhacara<br />
Diterjemahkan oleh Hudoyo Hupodio</p>
<p>Pada umumnya para guru meditasi Buddhis yang terkenal dan berpengalaman<br />
sepakat bahwa jhana tidak diperlukan atau tidak merupakan syarat  pendahulu bagi meditasi vipassana. Misalnya, dalam buku &#8220;Living Buddhist Masters&#8221; (dulu diterbitkan oleh Buddhist Publication Society, Sri Lanka, dan sesudah itu dengan judul baru, &#8220;Living Dharma&#8221;, diterbitkan oleh penerbit Shambala) karya Jack Kornfield, dari ke-12 guru yang ditampilkan di sana, semuanya menyatakan dengan jelas atau mengisyaratkan bahwa orang dapat melakukan vipassana tanpa memupuk jhana sedikit pun.</p>
<p>Beberapa di antara mereka mengajarkan vipassana dengan bertumpu pada khanika-samadhi atau &#8216;konsentrasi-mendekat&#8217; (upacara-samadhi). Yang lain mengajarkan baik samatha (ketenangan), jhana (absorpsi) dan vipassana, tetapi menekankan bahwa orang tidak perlu jhana untuk melakukan vipassana. Para pemeditasi dapat pindah ke vipassana setelah mencapai tingkat konsentrasi yang cukup untuk mengatasi kelima &#8216;rintangan batin&#8217;. Lebih jauh lagi, kebanyakan dari<br />
mereka memperingatkan agar orang tidak melekat atau berhenti di dalam jhana dan menekankan perlunya melakukan vipassana.</p>
<p>Beberapa di antara guru meditasi ini telah menjadi bhikkhu sejak masa remaja mereka dan bukan hanya mahir di dalam meditasi tetapi juga di dalam pengetahuan kitab suci. Mereka telah mempelajari Tipitaka, Kitab-kitab Komentar dan Kitab-kitab Subkomentar dalam bahasa aslinya, Pali, dan dengan demikian berbicara berdasarkan otoritas dari kitab suci maupun praktik dan pengalaman pribadi. Beberapa dari mereka telah berlatih di hutan-hutan selama bertahun-tahun dan menguasai baik samatha maupun vipassana.<br />
AJAHN CHAH<br />
Guru meditasi terkenal, Ajahn Chah, ditanya pada suatu sesi Tanya-Jawab:<br />
&#8220;Apakah perlu untuk mampu masuk ke dalam absorpsi [jhana] dalam latihan kita?&#8221;</p>
<p>Jawab Guru: &#8220;Tidak, absorpsi(1) tidak diperlukan. Anda perlu mencapai suatu tingkat ketenangan dan pemusatan batin yang sekadar cukup. Lalu gunakan itu untuk mengamati diri sendiri. Tidak diperlukan sesuatu yang istimewa. Jika absorpsi muncul dalam latihan Anda, itu juga baik. Tapi jangan melekat kepadanya. Beberapa orang asyik dengan absorpsi. Itu bisa menjadi permainan yang amat menyenangkan. Anda harus tahu batas-batas yang semestinya. Jika Anda arif, Anda akan tahu kegunaan dan keterbatasan absorpsi, seperti Anda tahu keterbatasan anak kecil dibandingkan orang dewasa.&#8221;</p>
<p>Ajahn Chah, yang terkenal di kalangan pemeditasi vipassana di Timur maupun Barat, berbicara terutama berdasarkan otoritas pengalaman beliau; beliau telah menjadi bhikkhu sejak usia remaja dan pernah bermeditasi bertahun-tahun di hutan-hutan Thailand. Pada dewasa ini terdapat lebih dari 100 vihara yang merupakan cabang dari vihara pusat Ajahn Chah, Wat Nong Pah Pong, di Thailand. Sebagai tambahan, para murid beliau juga mendirikan pusat-pusat meditasi di berbagai bagian dunia.</p>
<p>AJAHN DHAMMADARO<br />
Seorang guru meditasi Thai, yang pernah berlatih dalam beberapa teknik<br />
meditasi, tetapi lebih menyukai vipassana langsung berdasarkan &#8216;konsentrasi saat-demi-saat&#8217; (khanika-samadhi) adalah Ajahn Dhammadaro.</p>
<p>Beliau pernah ditanya: &#8220;Sang Buddha bicara tentang perlunya mengembangkan perhatian-penuh (mindfulness) dan konsentrasi. Dapatkah Anda bicara lebih dalam tentang konsentrasi?&#8221;</p>
<p>Jawaban beliau: &#8220;Ada tiga jenis konsentrasi yang dikembangkan dalam<br />
meditasi. Dua di antaranya dikembangkan di jalan absorpsi (jhana), yakni:<br />
&#8216;konsentrasi-mendekat&#8217; (upacara-samadhi) dan &#8216;konsentrasi-penuh&#8217;<br />
(appana-samadhi, jhana). Keduanya dicapai dengan memusatkan perhatian pada satu obyek meditasi. Termasuk meditasi jenis itu ialah visualisasi dari wujud-wujud atau warna-warna tertentu, atau memusatkan perhatian pada perasaan tertentu, seperti cinta kasih (metta). Bila &#8216;konsentrasi-mendekat&#8217; dan &#8216;konsentrasi-penuh&#8217; (jhana) sudah tercapai, muncullah kenikmatan dan ketenangan; pemeditasi terserap sepenuhnya dalam obyek meditasinya, dan tiada &#8216;rintangan batin&#8217; dapat mengganggunya. Penghentian kotoran batin yang bersifat sementara ini hanya berlangsung selama pemeditasi memusatkan perhatian pada obyek meditasinya. Begitu batin meninggalkan keterserapannya di dalam obyek, maka kenikmatan pun lenyap dan batin dirongrong lagi oleh arus kotoran batin. Sebagai tambahan, ada bahaya dari konsentrasi yang memusat ini. Oleh karena tidak menghasilkan kearifan, keadaan itu dapat membawa pada kelekatan terhadap kenikmatan batin atau bahkan penyalahgunaan kekuatan-kekuatan konsentrasi, dan dengan demikian malah menambah kotoran batin.</p>
<p>&#8220;Jenis konsentrasi ketiga di dalam Jalan Suci Berunsur Delapan dinamakan &#8216;konsentrasi benar&#8217; atau &#8216;konsentrasi sempurna&#8217;. Konsentrasi ini dikembangkan atas dasar saat-demi-saat dalam meditasi pencerahan<br />
(vipassana). Hanya konsentrasi saat-demi-saat mengikuti jalan<br />
perhatian-penuhlah yang dapat menuntun pada musnahnya kotoran batin.<br />
Konsentrasi ini tidak dikembangkan dengan memusatkan batin pada satu obyek tanpa-bergerak, melainkan dengan sadar sepenuhnya terhadap sensasi tubuh, perasaan, kesadaran dan bentuk-bentuk batin. Bila telah berkembang semestinya di dalam tubuh dan batin, konsentrasi saat-demi-saat membawa pada berakhirnya kelahiran yang berulang-ulang. Melalui konsentrasi ini, kita mengembangkan kemampuan melihat jelas kelima kelompok yakni tubuh, perasaan, pencerapan, bentuk-bentuk batin dan kesadaran, yang membentuk apa yang secara konvensional disebut &#8216;manusia&#8217;.&#8221;</p>
<p>Terhadap pertanyaan lain, &#8220;Maukah Bhante menjelaskan lebih lanjut<br />
bagaimana mengembangkan konsentrasi saat-demi-saat?&#8221;, Ajahn Dhammadaro<br />
menjawab: &#8220;Ada dua poin penting yang perlu dikemukakan. Pertama, pencerahan perlu dikembangkan melalui perasaan (vedana) yang timbul melalui kontak pada setiap pintu indra. Kelompok &#8216;tubuh&#8217; adalah dasar untuk mengembangkan konsentrasi saat-demi-saat yang menghasilkan kearifan. Oleh karena itu, kita harus sadar sepenuhnya akan sensasi atau perasaan yang muncul dari kontak pada mata, telinga, hidung, lidah, tubuh/kulit dan batin/ingatan sebagai landasannya.</p>
<p>&#8220;Poin kedua yang penting adalah bahwa kontinuitas adalah rahasia<br />
keberhasilan dalam meditasi. Pemeditasi harus berupaya untuk tetap sadar siang dan malam, setiap saat, dan dengan demikian dengan cepat<br />
mengembangkan konsentrasi dan kearifan. Sang Buddha sendiri menyatakan<br />
bahwa jika pemeditasi benar-benar sadar dari saat ke saat selama tujuh<br />
hari, ia akan mencapai pencerahan penuh. Oleh karena itu, esensi meditasi pencerahan adalah perhatian-penuh saat-demi-saat terus-menerus<br />
terhadap sensasi yang muncul dari kontak pada keenam landasan indra.&#8221;</p>
<p>Tekanan dan metode Ajahn Dhammadaro mirip dengan Mahasi Sayadaw; keduanya menekankan perhatian-penuh saat-demi-saat, siang malam, selama retret untuk memperoleh hasil terbaik. Sesungguhnya semua guru meditasi pada umumnya menekankan untuk mempertahankan perhatian-penuh terus-menerus, kecuali beberapa di antara mereka tidak memiliki jadwal meditasi yang intensif, melainkan meminta pemeditasi untuk mengerjakan pekerjaan dan kegiatan sehari-hari yang normal disertai perhatian-penuh, seperti menyapu, menimba air dan membelah kayu. Mereka juga membolehkan membaca, belajar dan bercakap-cakap sedikit.<br />
AJAHN JUMNIEN<br />
Seorang guru meditasi Thai lain, Ajahn Jumnien, yang berpandangan bahwa<br />
orang jangan melekat pada satu metode saja, melainkan mengakui validitas dari semua metode, entah samatha entah vipassana murni, sangat melegakan dan merupakan peringatan yang baik agar kita memiliki pandangan yang luas. Ajahn Jumnien tentu tahu, oleh karena beliau sendiri telah memraktikkan baik teknik samatha maupun vipassana. Beliau berkata, &#8220;Saya mujur. Saya menguasai praktik dari banyak guru meditasi sebelum saya mulai mengajar. Ada banyak praktik yang baik. Yang penting ialah bahwa Anda menekuni praktik Anda sendiri dengan yakin dan penuh energi. Kelak Anda akan tahu sendiri hasilnya.&#8221;</p>
<p>Ketika ditanya, jenis meditasi apakah yang diajarkannya di pusat<br />
meditasinya di Thailand selatan, Ajahn Jumnien menjawab: &#8220;Di sini Anda akan menjumpai orang berlatih banyak teknik meditasi. Sang Buddha menguraikan lebih dari empat puluh jenis meditasi bagi para siswa beliau. Tidak semua orang mempunyai latar belakang yang sama, tidak semua orang mempunyai kemampuan yang sama. Saya tidak mengajarkan hanya satu jenis meditasi saja, melainkan banyak jenis, dengan memilih jenis yang cocok bagi setiap siswa. Di sini ada yang melatih meditasi pernapasan. Yang lain bermeditasi dengan mengamati sensasi pada tubuh. Ada yang bermeditasi pada cinta kasih. Bagi orang lain yang datang, saya mengajarkan permulaan latihan pencerahan (vipassana); dan untuk orang lain saya mengajarkan metode konsentrasi yang kelak akan membawa mereka pada latihan pencerahan (vipassana) dan kearifan yang lebih tinggi.&#8221;</p>
<p>Namun, tampaknya Ajahn Jumnien lebih menyukai metode vipassana langsung, yakni langsung mulai dengan vipassana tanpa mengembangkan samatha-jhana. Beliau adalah murid Ajahn Dhammadaro, yang menyukai &#8216;khanika-samadhi&#8217; (konsentrasi saat-demi-saat), yakni konsentrasi yang perlu dikembangkan oleh setiap pemeditasi vipassana langsung. Ketika ditanya: &#8220;Apakah biasanya Bhante mulai membimbing siswa Bhante langsung dengan meditasi vipassana atau dengan praktik konsentrasi?&#8221;, Ajahn Jumnien menjawab: &#8220;Paling sering mereka mulai dengan praktik vipassana. Namun, kadang-kadang saya mengajarkan praktik konsentrasi (jhana) dulu, terutama jika mereka pernah mempunyai pengalaman meditasi sebelumnya, atau jika batin mereka cenderung dengan mudah mencapai konsentrasi. Yang paling penting akhirnya semua orang harus kembali ke praktik vipassana.&#8221;</p>
<p>AJAHN BUDDHADASA<br />
Ajahn Buddhadasa yang terkenal dari vihara Suan Mokh di Thailand selatan juga membolehkan orang untuk memintasi jhana dan melatih vipassana setelah mencapai tingkat konsentrasi yang cukup untuk mengatasi kelima &#8216;rintangan batin&#8217;. Ajahn Buddhadasa mengajarkan &#8216;anapanasati&#8217; (meditasi pernapasan)dan menjelaskan ke-16 langkah yang dibutuhkan untuk mengembangkan jhana dan vipassana. Tetapi beliau juga membolehkan orang untuk memintasi jhana dan melatih dua saja dari ke-16 langkah itu. Dalam buku beliau, &#8220;Anapanasati &#8212; Perhatian Penuh dengan Pernapasan&#8221; halaman 116, Ajahn Buddhadasa berkata: &#8220;Jika ada orang merasa bahwa keenam belas langkah ini terlalu banyak, itu boleh-boleh saja. Ke-16 langkah itu bisa diringkas menjadi dua langkah saja. Pertama &#8212; latihlah citta (batin) untuk berkonsentrasi secara memadai<br />
dan semestinya. Kedua &#8212; dengan samadhi itu pindahlah untuk langsung<br />
mengamati ketidakkekalan (aniccam), keadaan tak-memuaskan (dukkham) dan<br />
tanpa-aku (anatta). Dua langkah ini saja, jika dilakukan bersama setiap<br />
tarikan dan hembusan napas, dapat dianggap sebagai anapanasati juga. Jika Anda tidak suka akan latihan 16 langkah itu, atau menganggap bahwa itu terlalu teoretis,atau terlalu banyak untuk dipelajari, atau terlalu<br />
mendetail, ambillah saja dua langkah ini. Pusatkan batin dengan<br />
berkonsentrasi pada pernapasan. Bila Anda merasa samadhi (konsentrasi)<br />
sudah cukup kuat, selidikilah segala sesuatu yang Anda ketahui dan alami, sehingga Anda sadar betapa semua itu tidak kekal, betapa semua itu tidak memuaskan, dan betapa semua itu tanpa-ruh; ini saja sudah cukup untuk mencapai hasil yang diinginkan, yakni tinggalkan! lepaskan! jangan melekat! Akhirnya, perhatikan berakhirnya kilesa (kotoran batin) dan berakhirnya kelekatan bila aniccam-dukkham-anatta terlihat sepenuhnya. Demikianlah, Anda dapat mengambil jalan pintas ini jika mau.&#8221;</p>
<p>Di bagian lain dari buku beliau (hal. 124), di mana beliau lagi-lagi<br />
memberi pilihan kepada para pemeditasi untuk memintasi pengembangan jhana, beliau berkata: &#8220;Kita akan mulai berbicara bagi mereka yang tidak suka &#8216;banyak&#8217;. Dengan istilah &#8216;banyak&#8217; tampaknya mereka maksudkan terlalu banyak atau surplus. Nah, surplus itu tidak perlu. Kita akan mengambil hanya yang cukup saja bagi orang kebanyakan, yang kita namakan &#8216;metode jalan pintas&#8217;. Intisari dari metode ini ialah memusatkan batin secara memadai, cukup sampai di situ saja, yang dapat dilakukan oleh setiap orang. Lalu gunakan batin yang sudah memusat itu untuk mengamati aniccam-dukkham-anatta, ketiga sifat eksistensi, sampai tercapai &#8216;su~n~nata&#8217; (kekosongan) dan &#8216;tathata&#8217; (hakikat yang ada). Dengan latihan ini mereka akan memperoleh manfaat samadhi juga. Mereka akan memperoleh hasil lenyapnya dukkha yang sepenuhnya sama, tetapi tidak ada sifat-sifat istimewa lain sebagai tambahan dari itu.<br />
Kemampuan-kemampuan istimewa seperti itu juga tidak dibutuhkan. Jadi<br />
buatlah batin terpusat secara cukup, lalu selidiki &#8216;aniccam-dukkham-anatta&#8217;. Latihlah saja kelompok-empat pertama dari Anapanasati secara cukup, lalu kelompok-empat keempat secara cukup. [Ke-16 langkah dalam Anapanasati-sutta dikelompokkan menjadi empat kelompok-empat (tetrad)./hudoyo] Itu saja! Cukup dan tidak banyak, juga tidak lengkap,<br />
tetapi sudah cukup bagus. Inilah jalan pintas bagai orang biasa.&#8221;</p>
<p>Ajahn Buddhadasa sendiri telah menyatakan dengan sangat jelas. Suatu taraf konsentrasi yang cukup saja yang diperlukan, dan jhana sama sekali tidak dibutuhkan.<br />
AJAHN NAEB<br />
Guru meditasi perempuan Thai, Ajahn Naeb, juga mengajarkan metode vipassana langsung, menekankan perhatian-penuh dalam keempat posisi tubuh: duduk, berdiri, berjalan dan berbaring, serta pada setiap kegiatan sehari-hari, siang malam. Perlu adanya pengamatan tajam terhadap semua proses batin dan jasmani. Tidak diperlukan meditasi samatha (ketenangan, konsentrasi) khusus, oleh karena konsentrasi akan berkembang mencapai tingkat yang kuat dan diperlukan sementara orang melatlih vipassana langsung dengan mengamati semua proses batin dan jasmani tanpa jeda sepanjang siang dan malam.</p>
<p>KHANIKA SAMADHI: KONSENTRASI SAAT-DEMI-SAAT<br />
Di sini ada baiknya untuk kita bahas jenis konsentrasi apa yang<br />
dikembangkan oleh seorang pemeditasi Vipassana murni. Pemeditasi Vipassana menggunakan KHANIKA-SAMADHI (konsentrasi saat-demi-saat) yang tercapai dengan mengamati obyek-obyek vipassana, yakni mengamati berbagai fenomena mental dan fisik yang terjadi di dalam batin dan tubuh. Disebut &#8216;khanika&#8217; (saat-demi-saat) oleh karena hanya terjadi pada saat pengamatan, dan dalam hal vipassana, bukan pada satu obyek seperti dalam meditasi samatha-jhana, melainkan pada obyek-obyek atau fenomena yang selalu berubah yang terjadi dalam batin dan tubuh. Tetapi ketika pemeditasi vipassana mengembangkan kekuatan dan ketrampilan dalam mengamati, konsentrasi &#8216;khanika&#8217;-nya berlangsung tanpa terputus dalam rangkaian tanpa-jeda. Konsentrasi ini, bila terjadi dari saat ke saat tanpa jeda, menjadi begitu kuat sehingga dapat mengalahkan kelima &#8216;rintangan batin&#8217;, dan dengan demikian menghasilkan penyucian batin (citta visuddhi), yang memungkinkan pemeditasi mencapai semua pencerahan vipassana (vipassana-~nyana) sampai ke tingkat arahat. Pemeditasi vipassana murni dapat memahami dan menghargai kekuatan khanika-samadhi. Ketika pengamatannya menjadi lancar, mereka bisa melihat sendiri betapa pengamatan berjalan sendiri tanpa terputus tanpa jeda. Pengamatan itu tampak berjalan dengan tenaganya sendiri tanpa pemeditasi mengerahkan upaya yang disengaja atau yang terpusat. Maka tidak langka bagi pemeditasi untuk duduk satu jam, atau bahkan beberapa jam, terserap dalam pengamatan. Dalam pengamatan yang baik, terutama dalam pencerahan tentang keseimbangan (sankhara-upekkha-~nana), batin diam pada obyek-obyeknya dan tidak mau menyimpang. Bahkan jika kita menghendaki batin menyeleweng, ia menolak pergi dan tetap tinggal bersama obyek vipassana yang tengah diamatinya. Ada kasus-kasus di mana pemeditasi mampu duduk selama enam atau tujuh jam terus-menerus, atau lebih lama lagi. Dari sini, kita dapat menyimpulkan bahwa ada kekuatan tertentu dalam &#8216;khanika-samadhi&#8217;; jika tidak, bagaimana mungkin pemeditasi bisa duduk dengan konsentrasi kuat untuk waktu begitu lama.</p>
<p>Demikianlah, para pemeditasi atau calon-pemeditasi hendaknya tidak<br />
menganggap &#8216;khanika-samadhi&#8217; sebagai lemah dan tidak efektif. Memang, ia lemah sebelum berkembang, tetapi bila telah lancar, ia menjadi begitu kuat sehingga mampu mengatasi &#8216;rintangan batin&#8217;. Bahkan, dalam menekankan kekuatan potensial dari &#8216;khanika-samadhi&#8217;, kitab Paramattha-manjusa, Subkomentar terhadap Visuddhi-magga, menyatakan bahwa konsentrasi saat-demi-saat, bila berlangsung tanpa terputus pada obyeknya, &#8220;memancangkan batin tanpa bergerak seolah-olah seperti dalam jhana.&#8221;(2)Mengatasi kelima &#8216;rintangan batin&#8217; adalah semua yang dibutuhkan untuk mengembangkan meditasi vipassana. Bila kelima &#8216;rintangan batin&#8217; telah diatasi, terjadilah penyucian-batin (citta-visuddhi). Dengan penyucian-batin ini, orang dapat berlatih dan memperoleh seluruh pencerahan vipassana (vipassana-~nana) sampai ke tingkat arahat., sebagaimana ditunjukkan dalam Rathavinita-sutta dari Majjhima Nikaya.</p>
<p>Orang dapat memilih melakukan vipassana melalui tiga jenis konsentrasi:<br />
(1) khanika-samadhi (konsentrasi saat-demi-saat);<br />
(2) upacara-samadhi (konsentrasi mendekat);<br />
(3) appana-samadhi atau jhana (konsentrasi penuh).</p>
<p>Pejalan jhana menggunakan jhana dengan mula-mula mencapai jhana dan<br />
kemudian keluar lagi dari jhana untuk melakukan vipassana dengan berkontemplasi pada faktor-faktor mental jhana atau keadaan batin atau<br />
proses fisik apa pun yang terjadi dalam batin dan jasmani.</p>
<p>Upacara-samadhi adalah konsentrasi-mendekat atau konsentrasi-akses. Itu<br />
adalah konsentrasi yang tercapai ketika orang mengamati obyek samatha<br />
(ketenangan) yang tetap untuk mencapai jhana. Jadi, itu adalah konsentrasi yang mendahului tercapainya jhana. Namun, pemeditasi yang menggunakan konsentrasi-akses untuk melakukan vipassana, tidak perlu menunggu untuk mengembangkan atau mencapai jhana. Tanpa mencapai jhana ia mulai berkontemplasi pada obyek-obyek vipassana setelah ia mencapai tingkat konsentrasi-akses.</p>
<p>Khanika-samadhi (konsentrasi saat-demi-saat) digunakan oleh pemeditasi<br />
vipassana murni; konsentrasi ini, bila telah berkembang, sama kuatnya<br />
dengan upacara-samadhi (konsentrasi-akses). Tetapi secara teknis tidak<br />
dinamakan &#8216;konsentrasi-akses&#8217; karena konsentrasi-akses menggunakan obyek samatha yang tetap sebagai dasar untuk pencapaian jhana. Di pihak lain, konsentrasi-khanika dari pemeditasi vipassana murni memakai obyek-obyek vipassana yang tidak dimaksudkan untuk mencapai jhana. Itulah sebabnya ada perbedaan istilah. Namun, di dalam kitab-kitab Komentar, konsentrasi-khanika dari pemeditasi vipassana kadang-kadang juga disebut konsentrasi-akses. Dalam hal itu, istilah itu adalah istilah &#8220;terapan&#8221;, artinya itu adalah konsentrasi-akses &#8220;nominal&#8221;, dan bukan konsentrasi-akses sesungguhnya, oleh karena secara teknis konsentrasi-akses menggunakan obyek samatha yang tetap.(3) Kami menjelaskan topik konsentrasi saat-demi-saat secara mendetail di sini bagi para pemeditasi yang cenderung berpikir dari sisi kesarjanaan. Pada umumnya, kebanyakan pemeditasi tidak mau pusing dengan uraian yang begitu mendetail.</p>
<p>VEN. SRI ~NANARAMA MAHATHERA<br />
Penjelasan yang kami berikan di atas sejalan dengan penjelasan para guru meditasi seperti Mahasi Sayadaw dari Myanmar dan Ven. Matara Sri ~Nanarama Mahathera dari Sri Lanka. Para bhikkhu itu memiliki baik pengalaman praktik maupun kesarjanaan yang kuat. Misalnya, Ven. ~Nanarama, adalah kepala Mitirigala Nissara Vanaya, sebuah vihara meditasi yang ketat di Sri Lanka. Beliau mahir dalam bahasa Pali dan Sanskrit. Sejak tahun 1951, beliau telah menjadi upajjhaya (penahbis) dan guru dari Sri Kalyani Yogashramiya Samstha, sebuah organisasi guru meditasi yang didirikan oleh Ven. K. Sri Jinavamsa Mahathera. Organisasi ini mempunyai lebih dari lima puluh cabang pusat meditasi di Sri Lanka.</p>
<p>Ven. ~Nanarama Mahathera mengajarkan bukan hanya vipassana murni tetapi<br />
juga meditasi samatha (ketenangan). Dalam bukunya, &#8220;Tujuh Tahap Penyucian dan Pencerahan Vipassana&#8221; yang diterbitkan oleh Buddhist Publication Society di Sri Lanka, Ven. ~Nanarama menjelaskan baik metode samatha maupun metode vipassana murni, sesuai dengan pengalaman beliau pribadi dan sejalan dengan kitab suci Pali dan kitab-kitab Komentar. Di dalam menjelaskan ketiga jenis konsentrasi, beliau menyatakan:</p>
<p>&#8220;Ada tiga jenis konsentrasi yang memenuhi syarat sebagai Penyucian Batin:<br />
(1) konsentrasi-akses (upacara-samadhi); (2) konsentrasi-penuh atau<br />
konsentrasi-absorpsi (appana-samadhi atau jhana); dan konsentrasi<br />
saat-demi-saat (khanika-samadhi). Dua konsentrasi yang pertama tercapai<br />
melalui jalan ketenangan (samatha), sedangkan konsentrasi terakhir tercapai melalui jalan pencerahan (vipassana). Konsentrasi saat-demi-saat mempunyai kekuatan yang sama untuk pemusatan batin seperti konsentrasi-akses. Oleh karena &#8230; menekan kelima &#8216;rintangan batin&#8217;, konsentrasi itu membantu pencapaian pencerahan-vipassana. Namun, oleh karena tidak dimaksudkan sebagai landasan bagi jhana, konsentrasi itu tidak disebut konsentrasi-akses.&#8221;</p>
<p>(Di Sri Lanka, sekitar 40 tahun lalu, ada tiga bhikkhu mengritik metode<br />
vipassana murni yang diajarkan oleh Mahasi Sayadaw. Setelah itu, salah satu dari mereka, dalam sebuah artikel dalam majalah World Buddhism pada tahun 1966, lagi-lagi mengritik metode itu dan menyatakan bahwa jhana diperlukan untuk vipassana. Sayadaw U Nyanuttara dari Myanmar menulis serangkaian jawaban, di mana dijelaskan kedudukan konsentrasi saat-demi-saat (khanika) dan dijelaskan mengapa jhana tidak diperlukan berdasarkan bukti-bukti kitab suci dan kitab komentar. Belakangan, Organisasi Mahasi menerbitkan baik kritik dan jawaban itu dalam sebuah buku yang dapat dibaca oleh generasi mendatang.)</p>
<p>Catatan kaki:</p>
<p>(1) &#8216;Absorpsi&#8217; di sini mengacu pada jhana.</p>
<p>(2) Lihat catatan kaki dalam buku Ven. ~Nanamoli, &#8220;Path of Purification<br />
(Visuddhi-magga)&#8221;, hal. 311.</p>
<p>(3) Perbedaan istilah yang &#8220;halus&#8221; ini telah dijelaskan oleh Sayadaw U<br />
~Nyanuttara dalam buku beliau, &#8220;Satipattana-Vipasssana Meditation:<br />
Criticism and Replies&#8221;.</p>
<p>Ven. Visuddhacara adalah seorang bhikkhu Buddhis Malaysia. Pada saat ini beliau tinggal di Penang. Buku-buku beliau yang sudah terbit termasuk &#8220;Curbing Anger Spreading Love&#8221;, &#8220;Drinking Tea Living Life&#8221;, dan &#8220;Love and Dying&#8221;.<br />
KOMENTAR:<br />
Di kalangan guru meditasi vipassana pada dewasa ini terdapat dua aliran<br />
tentang perlu-tidaknya jhana (sekurang-kurangnya jhana pertama) dicapai<br />
lebih dulu sebelum orang melakukan vipassana untuk mencapai pembebasan:</p>
<p>(1) Yang mengatakan bahwa jhana tidak diperlukan untuk pembebasan termasuk Mahasi Sayadaw, Ajahn Chah, Buddhadasa Mahathera, dan guru-guru lain yang ditampilkan dalam artikel di atas. Juga SN Goenka termasuk aliran ini.</p>
<p>(2) Yang mengatakan bahwa jhana mutlak diperlukan untuk pembebasan termasuk Henepola Gunaratana, Brahmavamso dan Thanissaro.</p>
<p>Pada umumnya, aliran #1 berpegang pada tradisi vipassana Theravada yang<br />
dipaparkan secara rinci di dalam kitab Visuddhi-magga (yang ditulis pada abad 5 M dan tidak termasuk dalam Kanon Pali). Namun mereka pun dapat menunjukkan sutta-sutta tertentu di dalam Sutta Pitaka di mana jhana tidak disebut-sebut dalam proses perjalanan mencapai pembebasan.</p>
<p>Di lain pihak, aliran #2 berpegang pada banyak sutta di dalam Sutta Pitaka yang menampilkan jhana sebagai &#8216;pencapaian antara&#8217; di dalam jalan menuju pembebasan. Aliran ini mau tidak mau harus mengesampingkan otoritas Visuddhi-magga, karena kitab itu secara eksplisit menyatakan bahwa jhana tidak diperlukan, sekalipun tidak salah pula untuk dicapai.</p>
<p>Di dalam kontroversi ini kiranya tidak ada gunanya mempermasalahkan mana yang benar di antara kedua pendapat itu. Soalnya setiap pemeditasi pasti memperoleh hasil sesuai dengan jalan yang dilaluinya, sehingga siapa pun tidak mungkin dapat mengklaim bahwa jalan orang lain salah.</p>
<p>Di dalam Sutta Pitaka sendiri ada beberapa petunjuk bahwa kontroversi ini sudah ada sejak zaman Sang Buddha sendiri. Antara lain adanya dua istilah yang setara, yakni &#8216;ceto-vimutti&#8217; (pembebasan melalui batin/jhana) dan &#8216;pa~n~na-vimutti&#8217; (pembebasan melalui kearifan/vipassana), yang banyak ditemukan dalam berbagai sutta.</p>
<p>Dalam salah satu sutta, Sang Buddha pernah ditanya oleh para bhikkhu,<br />
mengapa sampai ada kedua istilah itu? Beliau menjawab, &#8220;Itu disebabkan<br />
adanya perbedaan dalam kemampuan batin manusia.&#8221; (Saya menafsirkan jawaban Sang Buddha itu mengacu pada adanya pemeditasi yang mampu dengan mudah mencapai jhana dan ada yang tidak, tapi beliau tidak menyatakan bahwa hanya satu jalan saja yang benar.)</p>
<p>Analisis yang pernah saya lakukan terhadap Culasaropama-sutta juga<br />
mengisyaratkan adanya persaingan antara kedua aliran meditasi ini di dalam sutta itu.</p>
<p>Kalau kita mempelajari sutta-sutta yang berisi uraian Sang Buddha tentang jalan pembebasan, ternyata beliau tidak mengajarkan satu jalan yang baku dan seragam.</p>
<p>Di satu sutta beliau mengajarkan bahwa pembebasan tercapai melalui keadaan &#8216;sa~n~na-vedayita-nirodha&#8221; (berhentinya pencerapan dan perasaan), yang adalah lebih tinggi daripada jhana kedelapan.</p>
<p>Di sutta lain, beliau mengajarkan bahwa pembebasan tercapai melalui<br />
kesaktian keenam, yang disebut &#8220;asava-kkhaya-abhi~n~na&#8221; (kesaktian tentang berakhirnya arus kotoran batin), yang dikembangkan setelah pemeditasi mencapai jhana keempat.</p>
<p>Di sutta lain lagi, beliau mengajarkan bahwa pembebasan tercapai melalui vipassana setelah pemeditasi mencapai jhana pertama lebih dulu.</p>
<p>Di sutta lain lain, beliau mengajarkan bahwa pembebasan tercapai melalui vipassana murni tanpa menyebut-nyebut jhana.</p>
<p>Demikianlah, tampaknya Sang Buddha mengajarkan berbagai jalan meditasi bagi berbagai bhikkhu/orang yang berbeda kecenderungan dan kemampuan batinnya.</p>
<p>Jadi, sekali lagi, tidak ada gunanya mempertentangkan berbagai jalan yang diajarkan oleh Sang Buddha itu satu sama lain. Biarlah setiap orang menempuh jalan yang sesuai dengan pemahaman dan kemampuan masing-masing.</p>
<div></div>
<br /> Tagged: <a href='http://budilog.wordpress.com/tag/meditasi-guru-buddha-dhamma-sangha-vipassana-samatha/'>meditasi guru buddha dhamma sangha vipassana samatha</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budilog.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budilog.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budilog.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budilog.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/budilog.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/budilog.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/budilog.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/budilog.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budilog.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budilog.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budilog.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budilog.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budilog.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budilog.wordpress.com/421/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budilog.wordpress.com&amp;blog=6675903&amp;post=421&amp;subd=budilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budilog.wordpress.com/2011/12/31/apa-kata-para-guru-meditasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a735a1fda281efee45ff07a44fbe049?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budilog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Multiple Intelligence and Simulations Tips (bhs Ind)</title>
		<link>http://budilog.wordpress.com/2011/12/31/multiple-intelligence-and-simulations-tips-bhs-ind/</link>
		<comments>http://budilog.wordpress.com/2011/12/31/multiple-intelligence-and-simulations-tips-bhs-ind/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 10:49:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budilog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personality and Little Motivation]]></category>
		<category><![CDATA[visual audiotori kinestetik belajar personal diri mengenal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budilog.wordpress.com/?p=414</guid>
		<description><![CDATA[Riset kedokteran menunjukkan bahwa, bayi yang baru lahir memiliki 14 milyar sel otak, hanya sedikit perbedaannya dengan otak orang dewasa. 60% dibangun sebelum usia 3 tahun dan 80% sebelum 8 tahun. Oleh karenanya penting untuk mengembangkan sel-sel otak ini selama masih janin dan setelah lahir dan menyediakan lingkungan yang kondusif guna mendukung perkembangan otak tersebut. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budilog.wordpress.com&amp;blog=6675903&amp;post=414&amp;subd=budilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Riset kedokteran menunjukkan bahwa, bayi yang baru lahir memiliki 14 milyar sel otak, hanya sedikit perbedaannya dengan otak orang dewasa. 60% dibangun sebelum usia 3 tahun dan 80% sebelum 8 tahun. Oleh karenanya penting untuk mengembangkan sel-sel otak ini selama masih janin dan setelah lahir dan menyediakan lingkungan yang kondusif guna mendukung perkembangan otak tersebut.</p>
<p>Perkembangan potensi kecerdasan adalah sebuah proses yang rumit. Hal ini bukan saja menyangkut berapa jumlah sel atak yang ada namun lebih merupakan ketersambungan antara sel – sel ini dalam keseluruhan jaringanotak. Hanya 5% dari milyaran sel otak yang berkembang. Sementara 95%  lainnya belum. Oleh karenanya potensi pengembangan otak menjadi tidak terbatas.</p>
<p>Multiple Intelligence</p>
<p>1. Logis Matematis</p>
<p>Kemampuan untuk mengeksplorasi pola – pola kategori dan hubungan dengan memanipulasi objek atau symbol dan dengan eksperimen menurut cara yang terkendali dan teratur. Kemampuan untuk menalar baik secara deduktif atau induktif dan untuk mengenali dan memanipulasi pola – pola abstrak dan hubungan – hubungan.</p>
<p>Ciri – ciri :</p>
<ul>
<li>Suka hal – hal yang bersifat matematik atau ilmiah</li>
<li>Senang permainan yang membutuhkan strategi seperti puzzle dan catur</li>
<li>Senang menyelidiki fenomena alam dan kejadian untuk hal – hal yang baru.</li>
</ul>
<p>Cara menstimulasinya:</p>
<p>v  Bermain games yang menggunakan strategi dan logis sperti catur dan domino.</p>
<p>v  Mendorong anak berani berpendapat atau opini terhadap kejadian, cerita dan film</p>
<p>v  Menonton program televise yang berkaitan dengan matematika atau pengetahuan</p>
<p>v  Selalu melibatkan anak dalam berbagai aktivitas dalam keseharian</p>
<p>v  Mendaftarkan anak kursus dalam  mental aritmatika</p>
<p>v  Belajar mengoperasikan computer dan software ringan</p>
<p>v  Mendorong anak untuk berfikir dan menyelesaikan masalah</p>
<p>v  Membeli bahan atau perlengkapan untuk kepentingan percobaan yang dilakukan oleh anak.</p>
<p>Contoh Karir:</p>
<p>Programmer, banker, akuntan, ahli statistic, analisa data, pialang, auditor,  manajer pembelian, jaksa, peneliti dan profesi kesehatan serta Teknisi computer</p>
<p>2. Linguistik</p>
<p>Kemampuan untuk menggunakan bahasa guna menjadikan sebuah informasi menarik diterima dan meyakinkan. Melibatkan tidak hanya kemudahan dalam menghasilkan data namun juga sensitivitas terhadap tata letak dan ritme kata.</p>
<p>Ciri:</p>
<ul>
<li>Senang berinteraksi, tulis menulis dan debat</li>
<li>Senang mendengarkan orang lain dan senang dengan pertanyaan</li>
<li>Senang membuat audience mendengarkan pendapatnya dan memiliki kosakata yang bagus</li>
<li>Senang bermain dengan kata – kata.</li>
<li>Senang baca tulis dan memahami fungsi bahasa baik dalam menghafal tempat, nama dan tanggal</li>
</ul>
<p>Cara menstimulasinya:</p>
<p>v  Main games huruf, kata – kata dan puzlle kata silang</p>
<p>v  Mendorong untuk gemar membaca dan orang tua menyediakan tempat khusus membaca di rumah.</p>
<p>v  Belajar dan menulis dengan mendengarkan</p>
<p>v  Didorong untuk mengungkapkan pendapat sendiri</p>
<p>v  Belajar bahasa lain</p>
<p>3. Intrapersonal</p>
<p>Kemampuan untuk memahami perasaan, impian dan ide</p>
<p>Ciri:</p>
<ul>
<li>Mampu menempatkan kesenangan atau ketidaksenangan terhadap aktivitas tertentu.</li>
<li>Dapat mengkomunikasikan perasaan</li>
<li>Peduli terhadap kelemahan dan kekuatan</li>
<li>Percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki</li>
<li>Mampu untuk menempatkan tujuan – tujuan yang sesuai</li>
<li>Mampu untuk bekerja meraih cita citanya</li>
<li>Baik dalam memahami dirinya sendiri</li>
<li>Baik dalam memahami dan mengamati instingnya</li>
<li>Senang menjadi dirinya sendiri</li>
</ul>
<p>Cara menstimulasi:</p>
<p>v  Tanya anak mengenai pendapat sendiri</p>
<p>v  Mendorong anak untuk berfikir tentang kejadian hari ini dan menuliskannya</p>
<p>v  Menyediakan buku perkembangan dirinya sendiri</p>
<p>v  Menetapkan tujuan bersama dengan anak – anak</p>
<p>v  Mendorong bertanya dan melakukan kegiatan bersama- sama</p>
<p>v  Mendorong anak untuk mengungkapkan perasaan dan emosinya</p>
<p>Karier yang sesuai:</p>
<p>Psikolog, terapis, filosofis, pemimpin keagamaan, pekerja social, pembimbing meditasi, pemimpin organisasi, trainer, professional dalam bidang kesehatan mental</p>
<p>4. Interpersonal</p>
<p>Kemampuan untuk memahami orang lain.</p>
<p>Ciri :</p>
<ul>
<li>Menunjukkan ras empati terhadap orang lain</li>
<li>Berhubungan baik dengan rekan sebaya dan orang yang lebih dewasa</li>
<li>Menunjukkan kecakapan kepemimpinan</li>
<li>Bekerjasama dengan baik dengan orang lain</li>
<li>Sensitive terhadap perasaan orang lain</li>
<li>Baik dalam mengatur, mengkomunikasikan dan kadang kala memanipulasi seseorang</li>
</ul>
<p>Cara menstimulasi :</p>
<p>v  Mendorong anak untuk mengunjungi teman dan berinteraksi</p>
<p>v  Medorong anaka untuk berbagi pendapat</p>
<p>v  Mendorong mengamati orang lain (gerak gerik dan ekspresi) dan mendiskusikan apa yang diamati dan artinya</p>
<p>v  Mendorong untuk berpartisipasi dalam kerja social</p>
<p>v   Mendorong anak untuk berpikir dari sedut pandang yang berbeda</p>
<p>v  Mendiskusikan sifat – sifat tokoh dalam film atau buku</p>
<p>Karir :</p>
<p>Guru, antropologis, pemimpin organisasi, costummer service, public relation, sales , travel agent, sosiologis, pembawa acara talk show politisi dan konsultan</p>
<p>5. Body Kinestetik</p>
<p>Kemampuan untuk menggunakan motorik kasar dan halus dalam olahraga seni dan produksi kerajinan. Intelegensi ini melibatkan tubuh untuk menyelesaikan masalah, menghasilkan produk dan untuk  menuangkan ide dan emosi.</p>
<p>Ciri:</p>
<ul>
<li>Memiliki keseimbangan yang baik, ritme yang baik</li>
<li>Memiliki gerakan yang indah</li>
<li>Dapat membaca bahasa tubuh</li>
<li>Memiliki koordinasi yang baik antara tangan dan mata</li>
<li>Dapat menyelesaikan masalah dengan cara mengerjakan</li>
<li>Dapat mengkomunikasikan ide melalui gerak- gerik</li>
<li>Baik dalam aktivitas fisik dan seni</li>
</ul>
<p>Cara menstimulasi :</p>
<p>v  Mendorong untuk menjawab pertanyaan dengan bahasa tubuh</p>
<p>v  Mendorong untuk membuat karya ketrampilan tangan</p>
<p>v  Mendorong partisipasi dalam aktivitas olahraga dan tarian</p>
<p>v  Bermain permainan untuk meningkatkan koordinasi  Syaraf- otot</p>
<p>Karier :</p>
<p>Atlet, fisioterapis, model, mekanik, koreografer, artis, pembuat kerajinan, penemu, penari, artis sirkus, dokter, perawat, pelatih olahraga dan militer.</p>
<p>6. Visual Spasial</p>
<p>Kemampuan untuk memanipulasi sebuah bentuk atau objek dan untuk menciptakan keseimbangan dan komposisi dalam tampilan visual atau spasial.</p>
<p>Ciri-cirinya:</p>
<ol>
<li>Senang menggambar dan merancang bangun.</li>
<li>Senang puzzle</li>
<li>Memperhatikan detail</li>
<li>Mengingat tempat dengan bantuan penjelasan atau gambar</li>
<li>Dapat membaca peta</li>
<li>Memiliki orientasi yang baik.</li>
<li>Baik dalam menggambarkan benda, membaca peta dan kurva.</li>
</ol>
<p>Cara menstimulasi:</p>
<ol>
<li>Mendorong visualisasi dan konseptualisasi bahan bacaan</li>
<li>Mendorong bermain permainan yang memerlukan penggunaan visualisasi.</li>
<li>Mendorong untuk melontarkan ide dan pemikiran melalui gambar dan grafik untuk mengekspresikan diri mereka sendiri.</li>
<li>Mendaftarkan anak ke kursus membuat kerajinan, gambar, dan fotografi.</li>
</ol>
<p>Karir:</p>
<p>Dekorator interior, desainer interior, fotografer, arsitek, pilot, ahli bedah, pelukis, pemahat, chef, illustrator buku, pemandu wisata, desainer baju dan perhiasan.</p>
<p>7. Musikal</p>
<p>Adalah kemampuan untuk menikmati, memainkan, dan membuat karya musical. Termasuk juga sensitivitas dalam ritme suara, dan respon terhadap dampak emosional elemen-elemen ini.</p>
<p>Ciri:</p>
<ol>
<li>Memiliki sensitivitas dalam pola-pola suara.</li>
<li>Membedakan suara dengan jelas.</li>
<li>Mencari dan menikmati pengalaman musical.</li>
</ol>
<p>Cara melatihnya:</p>
<ol>
<li>Mendorong untuk menyanyi</li>
<li>Mendaftarkan anak ke les music.</li>
<li>Mendorong anak untuk mendengarkan music selama membaca atau relaksasi.</li>
<li>Mendorong anak untuk mendengarkan ritme alam dan mencoba untuk menemukan polanya.</li>
<li>Mendorong untuk menggunakan lagu untuk mengekspresikan perasaan.</li>
</ol>
<p>Karir: Terapis musik, guru musik, penulis lagu, konduktor, pemain instrument musik.</p>
<p>8. Naturalis</p>
<p>Merupakan kemampuan untuk mengenali flora dan fauna, serta fenomenanya.</p>
<p>Karakter:</p>
<ol>
<li>Senang  kegiatan outdoor, binatang, tumbuhan, dan benda-benda alam lain.</li>
<li>Senang dan memperhatikan hal-hal semisal perubahan cuaca, perubahan daun di musim gugur, suara angin, hangatnya matahari, atau juga seekor serangga di ruangan.</li>
<li>Mungkin membawa pulang binatang dari luar, dan memiliki binatang peliharaan serta ingin memiliki lagi.</li>
</ol>
<p>Cara melatih:</p>
<ol>
<li>Mendorong aktivitas yang berkaitan dengan alam</li>
<li>Mendorong membaca bahan yang berkaitan dengan topik ini</li>
<li>Mendorong untuk mengamati, mengapresiasi, dan mendengarkan siklus dan suara alam.</li>
<li>Mendorong hoby yang berkaitan dengan alam, seperti berkebun, memilihara binatang.</li>
</ol>
<p>Karir: penjaga hutan, pelatih binatang, penjaga kebun binatang, ahli pertanahan, botanis, ilmuwan, peneliti burung, dokter hewan, petani/peternak, penjaga kelestarian hutan.</p>
<p>Hasil analisa sidik jari untuk multiple inteligence, kita fokus pada bakat genetik yang paling menonjol ( grafik paling panjang), untuk intapersonal dan interpersonal itu wajib dikembangkan karena itu adalah bekal anak atau seseorang dalam hidup bersosialisasi. Untuk dua aspek yang paling menonjol, itulah yang kita sebut sebagai bakat unggul. apabila kita berangkat dari bakat unggul seseorang maka tidak mustahil seseorang itu mencapai prestasi puncaknya dalam waktu yang relatif singkat, efisien waktu, tenaga dan materi. karena kita memiliki langkah yang jelas, akan kemanakah awalnya kita dalam mengembangkan bakat seseorang/ anak.</p>
<p>.</p>
<p>Sumber CoPas: <a href="http://analisasidikjari.wordpress.com/tag/body-kinestetik/">disini</a></p>
<br /> Tagged: <a href='http://budilog.wordpress.com/tag/visual-audiotori-kinestetik-belajar-personal-diri-mengenal/'>visual audiotori kinestetik belajar personal diri mengenal</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budilog.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budilog.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budilog.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budilog.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/budilog.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/budilog.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/budilog.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/budilog.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budilog.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budilog.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budilog.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budilog.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budilog.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budilog.wordpress.com/414/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budilog.wordpress.com&amp;blog=6675903&amp;post=414&amp;subd=budilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budilog.wordpress.com/2011/12/31/multiple-intelligence-and-simulations-tips-bhs-ind/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a735a1fda281efee45ff07a44fbe049?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budilog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal 9 Tipe Kecerdasan Jamak</title>
		<link>http://budilog.wordpress.com/2011/12/31/mengenal-9-tipe-kecerdasan-jamak/</link>
		<comments>http://budilog.wordpress.com/2011/12/31/mengenal-9-tipe-kecerdasan-jamak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 09:39:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budilog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personality and Little Motivation]]></category>
		<category><![CDATA[visualisasi audiotori kinestetik kecerdasan otak pembelajaran belajar anak sikap mental]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budilog.wordpress.com/?p=410</guid>
		<description><![CDATA[Mendidik anak bukan hal yang mudah. Guru dan orang tua harus paham betul dengan kondisi, perilaku dan karakter anak dengan baik. Di lingkungan kita sudah lazim dikenal bahwa anak yang pintar adalah anak yang nilai raport atau ulangan yang bagus atau hal-hal yang ukurannya sifatnya masih belum menjadi representasi menyeluruh dari kecerdasan anak. Seorang anak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budilog.wordpress.com&amp;blog=6675903&amp;post=410&amp;subd=budilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mendidik anak bukan hal yang mudah. Guru dan orang tua harus paham betul dengan kondisi, perilaku dan karakter anak dengan baik. Di lingkungan kita sudah lazim dikenal bahwa anak yang pintar adalah anak yang nilai raport atau ulangan yang bagus atau hal-hal yang ukurannya sifatnya masih belum menjadi representasi menyeluruh dari kecerdasan anak. Seorang anak bisa jadi unggul di bidang tertentu dan lemah di bidang lain. Dengan kata lain, anak memiliki tipe kecerdasan yang berbeda-beda Teori yang dikembangkan oleh Howard Gardner, dari Harvard University, menyebutkan bahwa kecerdasan dapat dilihat dari 9 macam. Seringkali kita hanya menilai kecerdasan dari satu macam saja. 9 kecerdasan menurut Gardner adalah:</p>
<ol>
<li>Kecerdasan Logika Bahasa (Logical-linguistic), yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan kata dan bahasa (orator, penulis, penyiar, dll).</li>
<li>Kecerdasan Logika Matematika (Logical-mathematical) adalah kecerdasan yang berkaitan dengan angka dan pemecahan masalah (ahli matematika, bankir, dll).</li>
<li>Kecerdasan Spasial (Spatial), yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan gambar dan citra visual (sutradara, desainer, seniman, dsb).</li>
<li>Kecerdasan Musik (Musical), yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan kepekaan terhadap tinggi rendah nada dan suara (penyanyi, komposer, dll).</li>
<li>Kecerdasan Kinestetik (Bodily-Kinesthetic), yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan gerak tubuh (atlet, penari, dsb).</li>
<li>Kecerdasan Interpersonal (Interpersonal), yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan interaksi sosial (politisi, psikolog, pekerja sosial, dsb).</li>
<li>Kecerdasan Intrapersonal (Interapersonal), yaitu kecerdasan yang berkaitan pemahaman diri (psikolog, spiritualis, penulis, dll).</li>
<li>Kecerdasan Naturalistik (Naturalistic), yaitu kecerdasan yang berkaitan dengan perhatian/kepekaan terhadap alam dan lingkungan (ahli biologi, pecinta alam, aktivis lingkungan, pendaki gunung, dll).</li>
<li>Kecerdasan Eksistensial (Existensial), yaitu kecerdasan yang berkaitan kepekaan menghubungkan antara keberadaan diri (eksistensi diri) dengan alam semesta (filosof, spiritualis, ilmuwan, seniman, dsb).</li>
</ol>
<p>Lebih lanjut dinyatakan bahwa 9 kecerdasan tersebut ada pada diri setiap orang tetapi dengan tingkat yang berbeda-beda. Hal ini menunjukkan bahwa setiap individu memiliki cara unik untuk menyerap dan mengaktualisasikan informasi dan pengetahuan. Guru, pendidik dan orang tua seharusnya mampu mengenali kecerdasan anak sesuai tipe-nya sehingga dapat memberikan motivasi dan arahan yang tepat agar anak dapat mengembangkan diri sesuai kecerdasan yang dimilikinya.</p>
<p>.</p>
<p>Sumber CoPas: <a href="http://elearning.unesa.ac.id/myblog/alim-sumarno/memahami-9-tipe-kecerdasan-jamak">di sini</a></p>
<br /> Tagged: <a href='http://budilog.wordpress.com/tag/visualisasi-audiotori-kinestetik-kecerdasan-otak-pembelajaran-belajar-anak-sikap-mental/'>visualisasi audiotori kinestetik kecerdasan otak pembelajaran belajar anak sikap mental</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budilog.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budilog.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budilog.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budilog.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/budilog.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/budilog.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/budilog.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/budilog.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budilog.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budilog.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budilog.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budilog.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budilog.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budilog.wordpress.com/410/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budilog.wordpress.com&amp;blog=6675903&amp;post=410&amp;subd=budilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budilog.wordpress.com/2011/12/31/mengenal-9-tipe-kecerdasan-jamak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a735a1fda281efee45ff07a44fbe049?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budilog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Terinspirasi dan Menginspirasi</title>
		<link>http://budilog.wordpress.com/2011/12/31/terinspirasi-dan-menginspirasi/</link>
		<comments>http://budilog.wordpress.com/2011/12/31/terinspirasi-dan-menginspirasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 09:08:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budilog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Invest and Business]]></category>
		<category><![CDATA[Personality and Little Motivation]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi inspire motivasi motivation pelajaran kata mutiara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budilog.wordpress.com/?p=406</guid>
		<description><![CDATA[This is only partly &#8221;wise words&#8221; from the existing and havenever been there before. . That&#8217;s been one of my mantras &#8211; focus and simplicity. Simple can be harder than complex: You have to work hard to get your thinking clean to make it simple. But it&#8217;s worth it in the end because once you get there, you can move mountains. ~ Steve [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budilog.wordpress.com&amp;blog=6675903&amp;post=406&amp;subd=budilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>This is only partly &#8221;wise words&#8221; from the existing and havenever been there before.</p>
<p>.</p>
<p>That&#8217;s been one of my mantras &#8211; focus and simplicity. Simple can be harder than complex: You have to work hard to get your thinking clean to make it simple. But it&#8217;s worth it in the end because once you get there, you can move mountains. ~ <strong>Steve Jobs.</strong></p>
<p>.</p>
<p>Your most unhappy customers are your greatest source of learning. ~ <strong>Bill Gates</strong>.</p>
<p>.</p>
<p>Prayer is when you talk to God; meditation is when you listen to God. ~ <strong>Diana Robinson</strong>.</p>
<p>.</p>
<p>How on earth are you ever going to explain in terms of chemistry and physics so important a biological phenomenon as first love ? ~ <strong>Albert Einstein</strong>.</p>
<p>.</p>
<p>It&#8217;s not a faith in technology. It&#8217;s faith in people. ~ <strong>Steve Jobs</strong>.</p>
<p>.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.sendwisecards.com/" target="_blank">be inspired and inspire</a></p>
<br /> Tagged: <a href='http://budilog.wordpress.com/tag/inspirasi-inspire-motivasi-motivation-pelajaran-kata-mutiara/'>inspirasi inspire motivasi motivation pelajaran kata mutiara</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budilog.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budilog.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budilog.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budilog.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/budilog.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/budilog.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/budilog.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/budilog.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budilog.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budilog.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budilog.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budilog.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budilog.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budilog.wordpress.com/406/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budilog.wordpress.com&amp;blog=6675903&amp;post=406&amp;subd=budilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budilog.wordpress.com/2011/12/31/terinspirasi-dan-menginspirasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a735a1fda281efee45ff07a44fbe049?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budilog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>5 Kisah Berharga dari Bangkrutnya Usaha Kecil</title>
		<link>http://budilog.wordpress.com/2011/12/31/5-kisah-berharga-dari-bangkrutnya-usaha-kecil/</link>
		<comments>http://budilog.wordpress.com/2011/12/31/5-kisah-berharga-dari-bangkrutnya-usaha-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 07:32:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budilog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Invest and Business]]></category>
		<category><![CDATA[usaha kecil bisnis investasi ukm bangkrut pelajaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budilog.wordpress.com/?p=390</guid>
		<description><![CDATA[5 Kisah Berharga dari Bangkrutnya Usaha Kecil Tahun 2011 menjadi masa yang cukup berat bagi para pelaku bisnis, terutama usaha kecil dan menengah (UKM). Banyak yang akhirnya tutup karena kesalahan strategi dan juga tekanan akibat krisis global. Menurut Federation of Independent Business, masalah utama dari bisnis UKM adalah melambatnya raihan omzet. Tanpa mengesampingkan masalah-masalah lain, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budilog.wordpress.com&amp;blog=6675903&amp;post=390&amp;subd=budilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>5 Kisah Berharga dari Bangkrutnya Usaha Kecil</strong></p>
<p>Tahun 2011 menjadi masa yang cukup berat bagi para pelaku bisnis,<br />
terutama usaha kecil dan menengah (UKM). Banyak yang akhirnya tutup<br />
karena kesalahan strategi dan juga tekanan akibat krisis global.</p>
<p>Menurut Federation of Independent Business, masalah utama dari bisnis<br />
UKM adalah melambatnya raihan omzet. Tanpa mengesampingkan<br />
masalah-masalah lain, Kepala Ekonomi FIB William Dunkelberg menilai,<br />
omzet merupakan kunci dari sebuah bisnis.</p>
<p>Sayangnya, tidak semua bisnis bisa beruntung di tahun 2011. Berikut 5<br />
cerita kesalahan bisnis UKM yang pada akhirnya membuat mereka harus<br />
menyerah setelah berjuang keras menghadapi krisis seperti dikutip dari<br />
New York Times, Jumat (29/12/2011).</p>
<p>.</p>
<p><strong>1. Pinjam Uang di Waktu yang Salah</strong></p>
<p>Elizabeth Anne Bed &amp; Breakfast didirikan pada tahun 2003 lalu dengan<br />
nilai investasi sekitar US$ 650 ribu atau Rp 5,85 miliar. Pelunasan<br />
penginapan itu dilakukan melalui cicilan. Bisnis ini terpaksa ditutup<br />
Agustus tahun ini.</p>
<p>PADA MASA JAYANYA.</p>
<p>Setelah membeli penginapan tersebut, pasangan suami istri Reinerts<br />
meraup omzet yang secara perlahan naik setiap tahunnya, dari Rp 702<br />
juta di 2004 menjadi Rp 936 juta di 2007. &#8220;Kami mengenal sebagian<br />
besar tamu, dan mereka (tamu) saling mengenal satu sama lain,&#8221; kata<br />
Kevin.</p>
<p>APA YANG SALAH?</p>
<p>Pada tahun 2007 pasutri pengusaha itu mengambil kredit baru, menambah<br />
modal untuk renovasi dapur. Pinjaman berjangka waktu 10 tahun itu,<br />
beserta bunganya, menambah total cicilan yang harus dibayar per bulan<br />
menjadi Rp 15,3 juta. Ditambah dengan berkurangnya jumlah wisatawan<br />
akibat krisis, omzet mereka anjlok 21% di 2009. Hingga pada 2010,<br />
mereka kesulitan untuk membayar cicilan akhirnya asetnya disita oleh<br />
bank.</p>
<p>PELAJARANNYA</p>
<p>Kevin menyalahkan pengambilan kredit tersebut. &#8220;Itulah penyebabnya.<br />
Waktu itu, kami tidak mengira pendapatan akan melambat,&#8221; katanya. Saat<br />
ini, kedua suami istri Reinert menjalankan KR Construction, yang<br />
menyediakan jasa konstruksi rumah. Denise juga bekerja di restoran<br />
setempat, sementara Kevin manggung bersama band yang membawakan<br />
lagu-lagu The Beatles bernama Dr. Robert.<br />
.</p>
<p><strong>2. Semua Berjalan Sesuai Aturan</strong></p>
<p>Just Moulding, sebuah perusahaan yang berbasis di Gaithersburg,<br />
Maryland, sehari-hari menjual dan memasang dekorasi rumah hasil<br />
cetakan. Perusahaan ini didirikan tahun 2004 dan ditutup April tahun<br />
ini.</p>
<p>PADA MASA JAYANYA</p>
<p>Mark Rubin dan Kevin Wales memulai perusahaan ini dengan rumah kerja<br />
kecil yang hanya menerima pemesanan kecil-kecilan. Pada tahun 2007,<br />
bisnis mereka meningkat luar biasa sehingga akhirnya memutuskan untuk<br />
menjadikannya waralaba. Keduanya meraup Rp 6,3 miliar dari 21<br />
investor. Setelah Kevin memutuskan keluar dari perusahaan tahun 2010,<br />
mertua Mark, Richard Hayman, memutuskan untuk mengambil alih kursi<br />
presiden direktur. Tak berapa lama, omzetnya naik 20% dan menjadi<br />
perusahaan yang terus mencetak pertumbuhan laba.</p>
<p>APA YANG SALAH?</p>
<p>Pada masa resesi. Menurut Richard, perusahaan tersebut menjual produk<br />
yang diinginkan konsumen, tapi bukan produk yang benar-benar<br />
dibutuhkan. &#8220;Bentuknya hiasan untuk dekorasi rumah, bukan dinding atau<br />
atap,&#8221; katanya. Saat bisnisnya mulai tumbuh dan biaya operasional<br />
semakin tinggi karena sudah menjadi waralaba, penjualannya malah<br />
anjlok. Para investor yang tertarik membuka waralabanya juga kesulitan<br />
membayar fee sekitar Rp 900 juta- 2,25 miliar hanya untuk memulai<br />
usaha ini.</p>
<p>PELAJARANNYA</p>
<p>&#8220;Kami sudah melakukan semuanya sesuai aturan,&#8221; kata Richard, yang<br />
sudah menanamkan modal Rp 4,23 miliar ke perusahaannya itu. &#8220;Kami<br />
sudah memakai orang-orang terbaik, dengan produk yang jempolan. Hanya<br />
saja kami tidak bisa melawan (krisis) ekonomi,&#8221; ujarnya. Dia dan Mark<br />
menolak membahas bisnis yang sedang mereka kerjakan saat ini.</p>
<p>.</p>
<p><strong>3. Ketika 1% Dirasa Sudah Cukup</strong></p>
<p>P &amp; H Capital, perusahaan pembiayaan dari Brooklyn ini mengkhususkan<br />
diri di pinjaman untuk UKM, dibuka tahun 2009 dan tutup Maret kemarin.</p>
<p>PADA MASA JAYANYA</p>
<p>Shawn Porat dan Ismail Humet memulai P &amp; H Capital dengan modal Rp 36<br />
juta. Sebelumnya, Ismail adalah analis di Wall Street sementara Shawn<br />
pengacara perdata. Kedua sahabat itu menilai krisis subprime dan makin<br />
ketatnya likuiditas sebagai sebuah kesempatan. Pada Januari 2010,<br />
keduanya mendapat kontrak penyaluran pembiayaan senilai Rp 4,5 triliun<br />
yang dipercaya bisa meningkatkan kinerja perusahaan. &#8220;Komisi kami<br />
hanya 1%,&#8221; kata Ismail, &#8220;dan 1% dari Rp 4,5 triliun adalah banyak<br />
sekali,&#8221; tambahnya.</p>
<p>APA YANG SALAH?</p>
<p>Karena satu dan dua hal, perjanjian pembiayaan tersebut berhenti di<br />
tengah jalan. Pihak peminjam ragu karena uangnya akan dipakai<br />
membangun pabrik di kawasan Asia, kata Ismail, dan mereka pesimistis<br />
bernego dengan pemerintah setempat. Akhirnya, si peminjam malah<br />
mencari kredit di tempat lain. Ismail juga mengatakan, banyak klien P<br />
&amp; H meminta jumlah uang yang tak masuk akal. &#8220;Kami pernah punya klien<br />
pemilik restoran yang butuh Rp 2,7 miliar hanya untuk buka cabang.<br />
Kami hanya sanggup sediakan Rp 1,35 miliar,&#8221; ujarnya. &#8220;Dan dia tidak<br />
setuju,&#8221; tambahnya.</p>
<p>PELAJARANNYA</p>
<p>Kedua sahabat itu tidak mengantisipasi betapa sulitnya menawarkan<br />
pembiayaan, bahkan dengan tawaran yang paling menarik sekalipun. Sejak<br />
ditutupnya P &amp; H, Ismail membantu dalam pembuatan MyFreebeez.com,<br />
situs yang mempromosikan UKM hanya dengan bayaran sekedarnya.</p>
<p>.</p>
<p><strong>4. Proyeksi Dana Operasional yang Payah</strong></p>
<p>ScooterFood, produsen makanan anjing yang berbasis di Brooklyn, dibuka<br />
tahun 2006 dan ditutup Agustus lalu.</p>
<p>PADA MASA JAYANYA</p>
<p>Tak lama setelah insiden 11 September 2001, Michelle Lewis menjadi<br />
pengangguran setelah galeri seni tempat ia bekerja bangkrut karena<br />
lokasinya yang berdekatan dengan World Trade Center (WTC). Sebagai<br />
pecinta binatang, ia mulai memasak makanan anjing memakai bahan-bahan<br />
yang alami. Pasalnya, anjingnya yang bernama Scooter Mae tidak<br />
menyukai makanan kaleng. Seorang teman menyarankan agar Michelle<br />
menyulap makanan tersebut menjadi sebuah bisnis, dan pada 2006, dia<br />
membuka ScooterFood. Perusahaannya bahkan sempat menempati urutan<br />
kedua bisnis paling menjanjikan dalam kompetisi PowerUP! di<br />
perpustakaan umum Brooklyn dengan total hadiah Rp 45 juta.</p>
<p>APA YANG SALAH?</p>
<p>Michelle mengaku rencana bisnisnya sudah disusun jauh lebih baik dari<br />
para kompetitornya. Tapi karena makanan anjingnya tidak memakai bahan<br />
pengawet, akhirnya dia memutuskan untuk menjualnya secara beku. Tapi<br />
dia tidak menyadari bahwa di 2006 belum banyak toko binatang yang<br />
memiliki mesin pendingin. Selain itu, karena biaya logistik makanan<br />
beku cukup mahal, akhirnya harga jual jadi lebih tinggi ketimbang<br />
makanan anjing lainnya.</p>
<p>PELAJARANNYA</p>
<p>Michelle mengaku kurang cermat dalam pembukuan perusahaannya. &#8220;Saya<br />
tidak menyusun anggaran dengan baik dan tidak menghitung apakah<br />
omzetku bisa menutupi semuanya,&#8221; ungkapnya. Selama lima tahun<br />
berjalan, ia sudah menginvestasikan Rp 540 juta di perusahaannya. Jika<br />
tahu sejak awal, ia mengaku tidak akan berlama-lama membuka bisnisnya.<br />
Setelah menutup ScooterFood di Agustus, Michelle membuka bisnis saus<br />
karamel bernama Spoonable. Ia akhirnya meminta bantuan profesional<br />
untuk pembukuannya.</p>
<p>.</p>
<p><strong>5. Laba yang Hilang</strong></p>
<p>SmartyVA adalah situs asisten virtual yuang membantu anda berlatih<br />
dalam manajemen sosial media yang berbasis di San Luis Obispo,<br />
California. Perusahaan ini dibuka tahun 2009 dan ditutup awal Februari<br />
tahun ini.</p>
<p>PADA MASA JAYANYA</p>
<p>Pada tahun 2009 Starr Hall, seorang konsultan hubungan masyarakat<br />
menerima banyak permintaan untuk manajemen sosial media, dia melihat<br />
ini sebagai kesempatan. Dia menanamkan dana Rp 90 juta untuk membentuk<br />
materi program SmartyVA dan sebauh situs dengan mesin pencari yang<br />
mencari kecocokan pekerjaan. Program berjangka waktu enam minggu itu<br />
biayanya Rp 9 juta dengan target pasar para ibu rumah tangga yang<br />
belum pernah bekerja sebelumnya. Jika kliennya tersebut berhasil<br />
mendapatkan pekerjaan lewat program tersebut, maka SmartyVA menerima<br />
10% dari gaji mereka. Perusahaan ini meraup omzet Rp 900 juta dalam<br />
enam bulan pertama.</p>
<p>APA YANG SALAH?</p>
<p>Laba SmartyVA sangat bergantung pada keberhasilan kliennya menemukan<br />
pekerjaan yang tepat. &#8220;Ratusan klien kami lulus dari program, tapi<br />
hanya 21 yang mendapatkan pekerjaan,&#8221; kata Starr. &#8220;Jika semuanya<br />
berhasil bekerja, laba kami pasti akan tinggi,&#8221; tambahnya.</p>
<p>PELAJARANNYA</p>
<p>&#8220;Saya tidak mengantisipasi bedanya pola pikir antara wanita yang saya<br />
latih dengan saya sendiri,&#8221; katanya. Starr sekarang kembali menjadi<br />
konsultan. Ia menerbitkan buku baru dengan judul &#8216;The Social Wave: Why<br />
Your Business is Wiping Out with Social Media and How to Fix it.&#8217;</p>
<p>.</p>
<p>Sumber CoPas: <a href="http://sg.mc1903.mail.yahoo.com/mc/welcome?.gx=1&amp;.tm=1325315566&amp;.rand=e2h30a9u30sjk#_pg=showMessage&amp;sMid=45&amp;fid=Dhamma&amp;filterBy=&amp;.rand=1909747224&amp;midIndex=45&amp;mid=1_172484_AMeQCmoAALYbTv0djAzuBSy3omY&amp;fromId=chanwoww@gmail.com&amp;m=1_178283_AMeQCmoAAWjbTv02KgC%2FzEQgGO8,1_177050_AMiQCmoAAVdITv0oVQyIsSfqxYc,1_175913_AL2QCmoAAODnTv0e3g4UzQfDqt8,1_174777_AMiQCmoAAQ9GTv0eagPJ4mR%2FWdA,1_173636_AL2QCmoAANy%2BTv0eLgohmQndtDk,1_172484_AMeQCmoAALYbTv0djAzuBSy3omY,1_171280_AL2QCmoAAJ4STv0VpggS6wF5bds,1_170145_AL2QCmoAACDDTv0D2Aekq1S0Vfg,1_168945_AL2QCmoAAGOLTvyZGQWaOjTbfvA,1_167764_AL2QCmoAAQKPTvx64wJKfnUvAMg,1_166599_AL2QCmoAAFEITvxjQAy0mXE2cV8,&amp;sort=date&amp;order=down&amp;startMid=0&amp;hash=a79b9f17175e670d058a98677875db93&amp;.jsrand=1253878">millist SP, bro Chandra Wow</a></p>
<br /> Tagged: <a href='http://budilog.wordpress.com/tag/usaha-kecil-bisnis-investasi-ukm-bangkrut-pelajaran/'>usaha kecil bisnis investasi ukm bangkrut pelajaran</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budilog.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budilog.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budilog.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budilog.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/budilog.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/budilog.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/budilog.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/budilog.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budilog.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budilog.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budilog.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budilog.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budilog.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budilog.wordpress.com/390/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budilog.wordpress.com&amp;blog=6675903&amp;post=390&amp;subd=budilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budilog.wordpress.com/2011/12/31/5-kisah-berharga-dari-bangkrutnya-usaha-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a735a1fda281efee45ff07a44fbe049?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budilog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Information of Technical Support Microsoft</title>
		<link>http://budilog.wordpress.com/2011/12/19/information-of-technical-support-microsoft/</link>
		<comments>http://budilog.wordpress.com/2011/12/19/information-of-technical-support-microsoft/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 10:40:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budilog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Windows]]></category>
		<category><![CDATA[microsoft windows office lisensi license key customer service technical support vlsc volume licensing service center]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budilog.wordpress.com/?p=382</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai awal jika ada masalah dengan produk Microsoft, dapat hubungi Customer Service Microsoft, nanti jika level ini masalah belum selesai, maka di FU ke level selanjutnya atau ke bagian selanjutnya. P.T. Microsoft Indonesia 18th floor Tower II Jakarta Stock Exchange Building Sudirman Central Business District Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190 Indonesia Phone : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budilog.wordpress.com&amp;blog=6675903&amp;post=382&amp;subd=budilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai awal jika ada masalah dengan produk Microsoft, dapat hubungi Customer Service Microsoft, nanti jika level ini masalah belum selesai, maka di FU ke level selanjutnya atau ke bagian selanjutnya.</p>
<p>P.T. Microsoft Indonesia<br />
18th floor Tower II Jakarta Stock Exchange Building<br />
Sudirman Central Business District<br />
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53<br />
Jakarta 12190<br />
Indonesia</p>
<p>Phone : 21-2551 8100<br />
Customer Service: 21-515 5151, Senin-Jumat, sampai pukul 18:00<br />
Setelah masuk ke dalam PBX Microsoft, pilih 1 (Bhs.Indonesia) &#8211; 3 (Technical) &#8211; _?_ (pilihan).<br />
Fax : 21-515 0411</p>
<p>Saran, jika di telepon ada sistem timer, maka setelah terhubung dengan customer service (dengar Nama CS-nya siapa) lalu  langsung memberitahukan Indentitas :<br />
- Nama<br />
- Nomor telepon lokal dan jika pakai HP sebaiknya jangan pakai saat low signal, agar pihak Microsoft dapat mudah kontak.<br />
- Email. Agar tidak salah gunakan <em>spelling</em> dalam menyebutkan alamat email.<br />
Setelah itu baru deh menjelaskan  masalah yang di hadapi. Jika seandainya komunikasi telepon terputus karena ada timer, low signal, coba tunggu sebentar maka si Customer Service akan coba telepon balik.</p>
<p>.</p>
<p>Yang berhubungan dengan aktifasi atau untuk memperoleh License Key dari produk Microsoft dapat hubungi:<br />
- Email: seapa[add]microsoft.com -&gt; Saran, gunakan bahasa Internasional, sebab di sini supportnya belum tentu orang Indonesia.<br />
- Web: <a title="Aktifasi Microsoft" href="http://www.microsoft.com/indonesia/activation_product/">Microsoft Activation</a></p>
<p>Pada saat mengajukan permintaan aktifasi/ License Key, kirimkan data yang ada di dalam Sertifcate Microsoft (berupa 1 lembar A4 kertas bukti pembelian produk microsoft secara resmi) yang kita peroleh dari Reseller Microsoft.</p>
<p>.</p>
<p>Jika ada masalah dengan License Key atau media (DVD) software Microsoft, dapat hubungi bagian VLSC (Volume Licensing Service Center). Untuk kontak ke sini dapat hubungi Customer Service dan minta di hubungkan ke bagian yang terkait.</p>
<p>Phone: 62-21-2551 8100<br />
Customer Service: 62-21-515 5151.<br />
Setelah masuk ke PBX Microsoft, pilih menu: 1 (Indonesia) &#8211; 5 (MSDN, Media) &#8211; 1 (Indonesia) &#8211; _?_ (pilihan).<br />
Bicara dengan Pak Irfan atau yang lain.<br />
Email: vlservp[add]microsoft.com</p>
<p>Selain itu dapat hubungi<br />
Toll Free Number(s): 001 803 44 3033, 001 803 44 3033<br />
Toll Number(s): +65 6622 1235</p>
<p>.</p>
<p>(update log, 31 Desember 2011)</p>
<p>Semua log <span style="text-decoration:underline;">problem yang berkaitan dengan &#8220;Windows Server Standard 2008 R2&#8243; di blog ini sudah teratasi,</span> dengan beberapa kali komunikasi dengan pihak Customer Service, Technical Support dari Microsoft Indonesia (seperti yang ada di atas).</p>
<p>Ternyata sumber dari masalah ini di sebabkan oleh adanya sesuatu &#8220;<span style="text-decoration:underline;">miss communication</span>&#8221; antata pembeli, penjual (reseller) &amp; seapa Microsoft. Sehingga DVD software yang di peroleh &#8220;Windows Server Standard 2008&#8243; sedangkan License Key yang di peroleh &#8221;Windows Server Standard 2008 R2&#8243;. Tapi di sini tidak di bahas siapa yang salah atau benar, karena akibat kejadian bisa di ambil hikmanya (pelajaran).</p>
<p>Pelajarannya dari kejadian ini:</p>
<p>- Sebelum membeli konsultasikan bener kepada yang mengetahui (reseller, info di internet, teman yang sudah pakai, CS Microsoft) tentang produk yang akan di beli.</p>
<p>- Pastikan DVD versi software yang di beli cocok dengan License Key yang di peroleh. Sebab sesuai perkembangan teknologi, versi software cepat naik (berbeda).</p>
<br /> Tagged: <a href='http://budilog.wordpress.com/tag/microsoft-windows-office-lisensi-license-key-customer-service-technical-support-vlsc-volume-licensing-service-center/'>microsoft windows office lisensi license key customer service technical support vlsc volume licensing service center</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budilog.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budilog.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budilog.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budilog.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/budilog.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/budilog.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/budilog.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/budilog.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budilog.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budilog.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budilog.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budilog.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budilog.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budilog.wordpress.com/382/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budilog.wordpress.com&amp;blog=6675903&amp;post=382&amp;subd=budilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budilog.wordpress.com/2011/12/19/information-of-technical-support-microsoft/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a735a1fda281efee45ff07a44fbe049?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budilog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aktifasi KMS/ MAK Windows: Run &#8216;slui.exe 0x2a 0xC004F050</title>
		<link>http://budilog.wordpress.com/2011/12/01/aktifasi-kms-mak-windows-run-slui-exe-0x2a-0xc004f050/</link>
		<comments>http://budilog.wordpress.com/2011/12/01/aktifasi-kms-mak-windows-run-slui-exe-0x2a-0xc004f050/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 13:50:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budilog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[Windows]]></category>
		<category><![CDATA[license key MAK KMS lisensi windows server 2008 r2 error slui.exe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budilog.wordpress.com/?p=369</guid>
		<description><![CDATA[Jadi, Anda memiliki Microsoft Services Key Management berjalan baik untuk semua workstation Vista Anda dan Windows 2008 server tetapi sekarang Anda ingin menambahkan tombol Anda KMS untuk Windows 7 atau Windows 2008 R2 dan Anda mendapatkan pesan kesalahan ini: Run &#8216;slui.exe 0x2a 0xC004F050&#8242; to display the error text.  Error: 0xC004F050 Metode di sini dengan menginstall [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budilog.wordpress.com&amp;blog=6675903&amp;post=369&amp;subd=budilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi, Anda memiliki Microsoft Services Key Management berjalan baik untuk semua workstation Vista Anda dan Windows 2008 server tetapi sekarang Anda ingin menambahkan tombol Anda KMS untuk Windows 7 atau Windows 2008 R2 dan Anda mendapatkan pesan kesalahan ini:</p>
<div>
<div style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Run &#8216;slui.exe 0x2a 0xC004F050&#8242; to display the error text.  Error: 0xC004F050</span></div>
</div>
<p>Metode di sini dengan menginstall (patching) file KB968912.</p>
<p>Sebelum download, pastikan Anda sudah tahu OS apa yang kan di pacth. Ada pengalaman saya, bahwa saat download file KB968912 ini di Windows Server 2008 R2 tidak bisa di download, karena system mendeteksi (memprediksi) bahwa file ini berbahaya (terjadi perubahan pada system) jika di patch.</p>
<p>Download file <a title="Pacth" href="http://support.microsoft.com/kb/968912">KB968912</a></p>
<p>Cara update new key license :</p>
<p>1. Install pacth KB968912 pada Windows Server 2008 R2 (OS Windows).</p>
<p>2. Restart PC.</p>
<p>3.  Masuk license key yang mau di update/ aktifasi. Caranya login sebagai Administrator dan run Command Promt dan ketik:</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">slmgr -ipk xxxxx-xxxxx-xxxxx-xxxxx</span></p>
<p style="text-align:left;">4. Tunggu sesaat, jika berhasil aktifasi license key yang baru di update itu:</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">slmgr -ato</span></p>
<p style="text-align:left;">5. Langkah selanjutnya:</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">net stop slsvc &amp;&amp; net start slsvc</span></p>
<p style="text-align:left;">6. Restart PC.</p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#000000;">.</span></p>
<p style="text-align:left;">Note:</p>
<p style="text-align:left;">Cara di atas tidak menjamin masalah Anda terpecahkan sebab gagal di saya, tapi kalau Anda mau coba cara di atas yah tidak ada salahnya (tak ada ruginya mencoba) sebab sepanjang saya tahu (googling) cara ini agak lebih masuk akal.</p>
<p style="text-align:left;">Jika cara di atas gagal errornya bisa muncul seperti:</p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#ff0000;">Error Code 0xC004F074</span></p>
<p style="text-align:left;">atau</p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#ff0000;">Run &#8216;slui.exe 0x2a 0xC004F050&#8242; to display the error text.  Error: 0xC004F050.</span></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Dalam mengatasi masalah ini saya juga sudah hubungi <a href="http://www.microsoft.com/worldwide/phone/contact.aspx?country=Indonesia">Technical Support Microsoft Indonesia</a>. Saran dari TS mirip seperti aktifasi license key via telepon, di mana saat aktifasi key harus off line dari internet. Saat langkah untuk <strong>change key product</strong> atau <strong>slmgr -ipk </strong>error meessage tetap sama. Jadi antara offline atau online internet  error messagenya tetap sama.</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Sumber: <a href="http://www.danielfortier.com/?p=68">Daniel Fortier</a></p>
<br /> Tagged: <a href='http://budilog.wordpress.com/tag/license-key-mak-kms-lisensi-windows-server-2008-r2-error-slui-exe/'>license key MAK KMS lisensi windows server 2008 r2 error slui.exe</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budilog.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budilog.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budilog.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budilog.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/budilog.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/budilog.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/budilog.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/budilog.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budilog.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budilog.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budilog.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budilog.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budilog.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budilog.wordpress.com/369/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budilog.wordpress.com&amp;blog=6675903&amp;post=369&amp;subd=budilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budilog.wordpress.com/2011/12/01/aktifasi-kms-mak-windows-run-slui-exe-0x2a-0xc004f050/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a735a1fda281efee45ff07a44fbe049?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budilog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kamu termasuk Visual atau Auditori atau Kinestetik ?</title>
		<link>http://budilog.wordpress.com/2011/12/01/kamu-termasuk-visual-atau-auditori-atau-kinestetik/</link>
		<comments>http://budilog.wordpress.com/2011/12/01/kamu-termasuk-visual-atau-auditori-atau-kinestetik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 12:34:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budilog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personality and Little Motivation]]></category>
		<category><![CDATA[test]]></category>
		<category><![CDATA[vak]]></category>
		<category><![CDATA[visual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budilog.wordpress.com/?p=361</guid>
		<description><![CDATA[Gaya Belajar Anda Visual, Auditori, atau Kinestetik ? Dalam buku Quantum Learning dipaparkan 3 modalitas belajar seseorang yaitu : “modalitas Visual, Auditori atau Kinestetic (V-A-K). Walaupun masing2 dari kita belajar dengan menggunakan ketiga modlaitas ini pada tahapan tertentu, kebanyakan orang lebih cenderung pada salah satu di antara ketiganya”. 1. Visual (belajar dengan cara melihat) Lirikan keatas bila [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budilog.wordpress.com&amp;blog=6675903&amp;post=361&amp;subd=budilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1>Gaya Belajar Anda Visual, Auditori, atau Kinestetik ?</h1>
<div>
<p>Dalam buku Quantum Learning dipaparkan 3 modalitas belajar seseorang yaitu : <em>“modalitas <strong>Visual</strong>,<strong> Auditori atau Kinestetic (V-A-K)</strong>. Walaupun masing<sup>2</sup> dari kita belajar dengan menggunakan ketiga modlaitas ini pada tahapan tertentu, kebanyakan orang lebih cenderung pada salah satu di antara ketiganya”</em>.</p>
<h2></h2>
<h2><strong>1. Visual (belajar dengan cara melihat)</strong></h2>
<p><strong>Lirikan keatas bila berbicara, berbicara dengan cepat. </strong>Bagi <a title="Lihat juga ini Jam Belajar Anak Indonesia Mengeksploitasi Anak" href="http://www.gayabelajar.net/jam-belajar-anak-indonesia-mengeksploitasi-anak.html">siswa</a> yang bergaya belajar visual, yang memegang peranan penting adalah mata / penglihatan ( visual ), dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak / dititikberatkan pada peragaan / media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis. Anak yang mempunyai  gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video. Di dalam kelas, anak visual lebih suka mencatat sampai detil-detilnya untuk mendapatkan informasi.<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Ciri-ciri gaya belajar visual :</strong></p>
<ul>
<li>Bicara agak cepat</li>
<li>Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi</li>
<li>Tidak mudah terganggu oleh keributan</li>
<li>Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar</li>
<li>Lebih suka membaca dari pada dibacakan</li>
<li>Pembaca cepat dan tekun</li>
<li>Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata</li>
<li>Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato</li>
<li>Lebih suka musik dari pada seni</li>
<li>Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya</li>
</ul>
<p><strong>Strategi untuk mempermudah proses belajar anak visual :</strong></p>
<ul>
<li>Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta.</li>
<li>Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting.</li>
<li>Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi.</li>
<li>Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video).</li>
<li>Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.</li>
</ul>
<h2><strong>2. Auditori (belajar dengan cara mendengar)</strong></h2>
<p><strong>Lirikan kekiri/kekanan mendatar bila berbicara, berbicara sedang<sup>2</sup> saja. </strong>Siswa yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga ( alat pendengarannya ), untuk itu maka guru sebaiknya harus memperhatikan siswanya hingga ke alat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakan. Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori mendengarkannya. Anak-anak seperi ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset.<br />
<strong>Ciri-ciri gaya belajar auditori :</strong></p>
<ul>
<li>Saat bekerja suka bicaa kepada diri sendiri</li>
<li>Penampilan rapi</li>
<li>Mudah terganggu oleh keributan</li>
<li>Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat</li>
<li>Senang membaca dengan keras dan mendengarkan</li>
<li>Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca</li>
<li>Biasanya ia pembicara yang fasih</li>
<li>Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya</li>
<li>Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik</li>
<li>Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual</li>
<li>Berbicara dalam irama yang terpola</li>
<li>Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara</li>
</ul>
<p><strong>Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori :</strong></p>
<ul>
<li>Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.</li>
<li>Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.</li>
<li>Gunakan musik untuk mengajarkan anak.</li>
<li>Diskusikan ide dengan anak secara verbal.</li>
<li>Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.</li>
</ul>
<h2><strong>3. Kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh)</strong></h2>
<p><strong>Lirikan kebawah bila berbicara, berbicara lebih lambat. </strong>Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat. Siswa yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan.<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Ciri-ciri gaya belajar kinestetik :</strong></p>
<ul>
<li>Berbicara perlahan</li>
<li>Penampilan rapi</li>
<li>Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan</li>
<li>Belajar melalui memanipulasi dan praktek</li>
<li>Menghafal dengan cara berjalan dan melihat</li>
<li>Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca</li>
<li>Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita</li>
<li>Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca</li>
<li>Menyukai permainan yang menyibukkan</li>
<li>Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu</li>
<li>Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi</li>
</ul>
<p><strong>Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik:</strong></p>
<ul>
<li>Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.</li>
<li>Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).</li>
<li>Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.</li>
<li>Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.</li>
<li>Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik.</li>
</ul>
<p>Gaya belajar dapat menentukan prestasi belajar anak. Jika diberikan strategi yang sesuai dengan gaya belajarnya, anak dapat berkembang dengan lebih baik. Gaya belajar otomatis tergantung dari orang yang belajar. Artinya, setiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda. Bagaimana dengan gaya belajar Anda?</p>
<p>.</p>
<p>Sumber: CoPas dari : <a title="sumber" href="http://nuritaputranti.wordpress.com/2007/12/28/gaya-belajar-anda-visual-auditori-atau-kinestetik/">Nurita Putranti</a></p>
<p>.</p>
<p>(tambahan)</p>
<p><strong>Dasar NLP &#8211; Kinestetik </strong></p>
<p>Kinestetik adalah sebuah istilah yang dipakai di NLP untuk menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan perasaan dan sensasi tubuh. Sistem representasi kinestetik dianggap sebagai satu dari tiga dasar modalitas yang digunakan untuk membangun model-model dari dunia kita.</p>
<p>Dalam NLP, istilah kinestetik digunakan untuk melingkupi semua jenis dari perasaan termasuk di dalamnya perasaan sentuhan, sensasi oleh rangsangan dan perasaan dari dalam.</p>
<p>Orang-orang yang dasarnya berorientasi kinestetik membutuhkan gerakan dan sentuhan dalam belajar dan memahami sesuatu. Mereka belajar dengan melakukan dan berinteraksi secara fisik dengan dunia di sekelilingnya. Pembelajar-pembelajar kinestetik akan mengalami kesulitan dalam sekolah yang memiliki pengaturan tradisional karena metode standar pendidikan meletakan penekanan terbesar pada system reprentasi secara visual dan verbal. Mereka biasanya menjadi atlit dan penari yang luar biasa dikarenakan oleh kesensitifan mereka terhadap tubuh dan perasaan mereka.</p>
<p>Orang dengan sistem representasi kinestetik dapat terlihat tidak stabil, tidak rasional dan sensitif berlebihan bagi orang yang lebih terorientasi secara verbal dan visual.</p>
<p>Para individu yang memiliki sensitivitas kinestetik yang kurang berkembang dapat terlihat tak dapat menyatu dengan lingkungannya dan aneh. Mereka seringkali dikenal sebagai “dingin” oleh orang yang lebih terorientasi secara kinestetik.</p>
<p>Kurangnya keterhubungan dengan sistem kinestetik dapat juga membawa pada kepasifan. Seseorang yang sangat visual tapi memiliki derajat sensibilitas kinestetik yang rendah, misalnya, akan cenderung menjadi ‘’pemimpi’’ atau seorang ‘’pengamat’’. Orang yang sangat verbal tapi kurang terhubung dengan sistem kinestetik mereka akan cenderung menjadi sangat rasional, tapi dapat juga menjadi abstrak dan tidak sensitif, seperti robot atau komputer.</p>
<p>Seseorang yang pengalaman kisnestetiknya tidak tersentuh secara mendalam cenderung akan menjadi “tidak membumi.” Sistem representasi kinestetik sepertinya menjadi hal inti di dalam tujuannya membuat keputusan yang baik dan pemberian penilaian yang mempertimbangkan lingkungan sekelilingnya (ekologis).</p>
<p>Pada faktanya, yang mungkin mengejutkan bagi sebagian orang, ahli filsafat Aristotle berkeyakinan bahwa perkembangan derajat yang lebih tinggi terhadap indera kinestetik dari umat manusialah yang membedakan mereka dari binatang.</p>
<p>.</p>
<p>Sumber CoPas: <a href="http://nlpintoaction.com/dasar-nlp/kinestetik/">NLP</a></p>
<p>.</p>
<p>Tambahan 3 December 2011:</p>
<p>Untuk test VAK, filenya bisa download di <a href="http://www.businessballs.com/vaklearningstylestest.htm">sini</a>, tapi file ini dlm bahasa Inggris, tapi masih simple engglish kok atau bisa gunakan <a href="http://translate.google.co.id/">google.translate</a>.</p>
<p>Untuk mengetahui lebih banyak lagi <a href="http://www.businessballs.com/">link ini</a>  layak untuk jadi refrensi dalam belajar.</p>
</div>
<br /> Tagged: <a href='http://budilog.wordpress.com/tag/test/'>test</a>, <a href='http://budilog.wordpress.com/tag/vak/'>vak</a>, <a href='http://budilog.wordpress.com/tag/visual/'>visual</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budilog.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budilog.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budilog.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budilog.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/budilog.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/budilog.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/budilog.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/budilog.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budilog.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budilog.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budilog.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budilog.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budilog.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budilog.wordpress.com/361/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budilog.wordpress.com&amp;blog=6675903&amp;post=361&amp;subd=budilog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budilog.wordpress.com/2011/12/01/kamu-termasuk-visual-atau-auditori-atau-kinestetik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8a735a1fda281efee45ff07a44fbe049?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budilog</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
