Siapa yang berhasil mengambil hati konsumennya agar membeli produk dengan harga tinggi, dialah pemenangnya.Siapa yang berhasil mengambil hati konsumenya agar membeli lagi produk dengan harga tinggi, dialah pemenang sejati.

Menjual produk bukanlah hanya jual-beli barang, tetapi sebelum transaksi di mulai sudah terjadi yang di katakan empati terhadap konsumen yang datang dari dalam hati (ada kejujuran pada diri sendiri). Sebab jika empati itu di buat-buat (karena dipaksa dengan moto “Customer is King”) maka akan keluar bahasa tubuh yang tidak baik dan hal itu mungkin saja terlihat oleh konsumen. Oh…that’s not good !.

Pertanyaan untuk Anda: Mengapa konsumen harus memberi produk Anda ? Apakah ada nilai lebihnya bagi konsumen ? ‘nah nilai lebih ini yang akan saya bagikan ke Anda. Tetapi sebelum membaca tentang nilai lebih ini, ada syarat yang harus Anda kerjakan, yakni setelah Anda bisa jujur pada diri sendiri dan mulai mengembangankan empati terhadap lingkungan Anda, maka Anda bisa melanjutkan membaca ini.

Ada 8 hal yang di nilai oleh konsumen sebagai nilai lebih (value), sebelum terjadi transaksi, di antaranya :

* Akses
Kemudahan konsumen untuk berhubungan dengan perusahaan yang dimaksud harus mudah dan tidak bertele-tele. Tami mencontohkan pelayanan perusahaan DHL yang mengganti mesin penjawab otomatisnya dengan operator yang menjawab langsung kebutuhan para konsumennya. Konsumen harus diberikan akses mudah untuk mendapat informasi dan menghubungi perusahaan. Caranya, bisa lewat karyawannya, call centre, kantor perusahaan, website, cara pembayaran, dan informasi-informasi lain.

* Kompetensi
Di mata pelanggan, kemampuan dan pengetahuan karyawan akan memengaruhi layanan yang akan ia dapatkan. Ketika karyawan tidak dapat menjawab atau memberikan informasi yang ia butuhkan saat bertanya kepada karyawan,  konsumen akan berpikiran bahwa pelayanannya tak akan memuaskan karena si karyawan tidak kompeten. Karyawan  baru perlu masa orientasi sebagai pembekalan pengetahuan tentang produk atau jasa, adaptasi lingkungan kerja,  pembelajaran, sekaligus empowerment dirinya.

* Courtesy (sopan santun)
Keramahtamahan dan kemampuan berkomunikasi para penyedia layanan menjadi hal yang penting bagi konsumen.  Konsumen adalah manusia yang memiliki perasaan, yang sering menjadi penentu saat mengambil keputusan dan  melakukan penilaian.

* Reliability (dapat di percaya)
Bisa diandalkan di segala kesempatan juga akan menjadi penilaian seorang pelanggan terhadap sebuah jasa. Karenanya,  amat penting untuk sebuah perusahaan bisa memberikan harapan dan spesifikasi yang telah dijanjikan.  Kualitas produk, ketersediaan produk, kehandalan karyawan di jajaran depan, support teknis, dan bagian lainnya  adalah hal-hal yang akan menjadi bahan penilaian pelanggan terhadap kehandalan perusahaan.

* Responsiveness (kemampuan untuk merespon)
Pelanggan butuh kenyamanan dan jaminan bahwa perusahaan Anda bisa merespon ketika terjadi masalah pada  pelayanan.

* Speed (kecepatan pelayanan)
Saat ini persaingan bisnis makin tinggi, kecepatan menjadi sebuah hal yang mewah. Pelanggan akan memilih pelayanan prima yang bisa dihantar dengan kecepatan tinggi pula. Kecepatan informasi, penanganan masalah yang cepat, proses kerja tak bertele-tele, proses pembayaran yang ringkas, dan lainnya harus diperhatikan.

* Security (keamanan)
Keamanan tak hanya berupa benda tapi juga keamanan akan data dan informasi pelanggan yang terdapat di dalam  perusahaan sering menjadi ukuran keamanan menggunakan sebuah perusahaan. Pastikan rasa aman saat menggunakan produk, juga atas layanan, dan hal lainnya dalam pelaksanaan servis terus terjaga.

* Tangible (nyata, ada)
Tampilan kasat mata pun akan menjadi penting untuk pelanggan. Tampilan produk, bentuk, dan suasana kantor, loket pembayaran, penampilan karyawan, tampilan media dan promosi, surat menyurat, dan hal-hal yang akan memanjakan indera pelanggan harus diperhatikan keindahannya.

Lalukan hal-hal dari empati menjadi service dan service menjadi care terhadap konsumen agar dari sebagai calon konsumen menjadi pelanggan setia. Jika sudah tercipta penlanggan setia, maka secara alami akan terbentuk “iklan berjalan” gratis. Dengan adanya kondisi ini maka akan tercipta pelanggan-pelanggan baru yang akan datang sendiri kepada Anda.

Pustaka:

– Saya sendiri

– Teman saya yang anggap sebagai guru.

– Internet.