SIKAP BATIN YANG BENAR DALAM MEDITASI VIPASANNA.
===============================================
Oleh : U Tejaniya Sayadaw.

1. Hal terpenting dalam bermeditasi adalah memiliki sikap mental yang benar. Untuk itu :
– Jangan terlalu memfokus,
– Jangan mengendalikan,
– Jangan ingin menghasilkan apa-apa,
– Jangan memaksakan diri.

2. Jangan berusaha menciptakan apa-apa,
Tetapi jangan juga berusaha mengenyahkan sesuatu.
Jangan lalai terhadap apa yang muncul dan lenyap.
Ketahuilah apa yang terjadi.

3. Berusaha memunculkan sesuatu adalah lobha ( keserakahan )
Berusaha mengenyahkan sesuatu adalah dosa ( kebencian )
Tidak mengetahui apa yang muncul dan lenyap adalah moha ( kebodohan batin ).

4. Hanya jika batin tidak memiliki lobha, dosa dan soka ( kegelisahan) barulah akan muncul batin yang mengamati.

5. Seyogianyalah mengecek berulang-kali sikap mental Kita dalam bermeditasi.

6. Yang baik, di amati saja.
Yang buruk, pun di amati saja.

7. Hanya menginginkan yang baik,
tidak menginginkan yang jelek, walaupun secuil saja.
Apakah ini adil? Apakah ini sesuai dengan Dhamma ( ajaran Buddha ) ?

8. Jangan mengharapkan apa-apa,
Jangan menginginkan sesuatu,
Apabila sikap mental demikian hadir dalam batin Kita, maka Kita pun takkan mengalami kesulitan dalam bermeditasi.

9. Mengapa Anda berusaha memfokuskan sedemikian kuatnya?
Tampaknya ada sesuatu : ingin memunculkan sesuatu? Menginginkan sesuatu?  Ingin mengenyahkan sesuatu?

10. Apabila batin Anda menjadi lelah berarti ada sesuatu yang tidak beres dalam meditasi Anda.

11. Anda takkan dapat bermeditasi dengan batin yang tegang.

12. Apabila baik batin maupun jasmani menjadi kelelahan, maka perlu memeriksa kembali batin Kita, apakah sikap mental Kita sudah benar?

13. Meditasi adalah menunggu dan mengamati dengan penuh kewaspadaan (sati ) dan pemahaman jernih ( Sampajannya ), bukan berpikir, bukan merenung, pun bukan menilai.

14. Anda takkan dapat bermeditasi dengan batin yang menginginkan sesuatu atau menghasilkan sesuatu, karena yang didapatkan hanyalah kelelahan.

15. Seyogianyalah bermeditasi dengan batin yang santai dan damai.

16. Baik batin maupun jasmani seyogianya dalam keadaan rileks dan nyaman.

17. Seyogianyalah bermeditasi dengan batin yang bebas dan ringan tidak mengkhawatirkan apa pun.

18. Meditasi adalah menerima apa saja yang muncul, baik maupun buruk, kemudian amati dengan santai.

19. Batin Anda sedang melakukan apa? Sedang berpikir atau sedang sadar – waspada?

20. Batin Anda sedang berada dimana? Di dalam atau di luar?

21. Apakah ” batin yang mengetahui”, “batin yang mengamati”,
sungguh-sungguh mengetahui atau hanya mengetahui ala kadarnya?

22. Bukanlah berusaha memunculkan apa yang Kita inginkan melainkan berusaha mengetahui yang terjadi sebagaimana adanya.

23. Pikiran / lamunan bukanlah suatu gangguan. Bukan berusaha untuk menghilangkan pikiran, tetapi berusahalah untuk mengetahui kemunculan pikiran ini.

24. Bukanlah menolak objek yang muncul, melainkan singkirkanlah kilesa (kekotoran batin) yang muncul yang datang menyusul setelah kemunculan objek, dengan cara mengetahui/menyadari dan mengamati kilesa tersebut.

25. Dengan adanya saddha (keyakinan), barulah akan ada viriya (semangat).
Dengan adanya viriya, barulah akan ada ‘sati’ yang berkesinambungan.
Dengan adanya ‘sati’ yang berkesinambungan barulah akan terwujud
konsentrasi (samadhi).
Dengan terwujudnya ‘samadhi’ barulah akan mengetahui sebagaimana adanya.
Dengan mengetahui sebagaimana adanya maka ‘saddha’ akan semakin kokoh.

26. Seyogianyalah hanya memperhatikan apa yang sesungguhnya terjadi ‘saat ini’.
Janganlah kembali ke ‘masa lalu’…!!!
Pun jangan merencanakan masa depan…!!!!

27. Objek tidaklah penting. Yang lebih penting adalah batin yang bekerja di latar belakangnya, yang melakukan pekerjaan pengamatan/pengawasan. Hanya jika batin yang mengamati memiliki sikap mental yang betul barulah akan memperoleh objek yang benar.

Reff from :
“Penilikan Batin” Wejangan Shwe U Min Sayadaw, U Tejaniya Sayadaw, dan
U jotika Sayadaw.
Penerjemah ( Myanmar- Inggris ) : Moushumi Gosh, Laura Zan, Daw Khin Mya Mya
Penerjemah ( Inggris – Indonesia ) : Bhikkhu Thitayannyo
Diterbitkan oleh Vihara Palmerah

Sukhi hotu… Semoga bermanfaat………
Semoga Semua Mahluk Hidup Berbahagia……..

.

Sumber CoPas: milist SP