Berhubung katanya CC merupakan tools yang ampuh untuk berbisnis (online/offline) maka saya sungguh-sungguh mempelajari sistem CC ini utamanya sistem perhitungan bunga CC.

Melalui tulisan ini saya akan berbagi kepada Anda hasil pertapaan saya di depan komputer selama 3 jam. Hehehe. Mudah-mudahan tulisan ini bisa membuat kita lebih bijak dalam menggunakan CC.
Analisa saya berangkat dari pemahaman bahwa produk perbankan pasti dijalankan dengan sistem komputerisasi, maka saya berusaha memecahkan formula pembungaan tagihan CC. Bahan-bahan analisa saya adalah brosur dari BCA, browsing google dan komplain para pelanggan CC.

Formulanya secara garis besar sudah saya dapatkan. Walaupun saya tidak jamin kebenarannya namun dari berbagai studi kasus di brosur BCA tampaknya formula ini cukup terbukti.

Ada 2 hal penting yang sering disebut-sebut dalam bahasan kita saat ini, yaitu:
1. Tanggal cetak billing atau tanggal keluar tagihan : tanggal ketika komputer bank memproses transaksi-transaksi Anda menjadi tagihan
2. Tanggal jatuh tempo : tanggal ketika Anda wajib membayar tagihan Anda, jika lewat maka terkena denda. Yang harus Anda bayar adalah transaksi Anda yang tertera di tagihan. Sedangkan transaksi yang terjadi setelah tagihan dan sebelum jatuh tempo tidak wajib dibayar karena transaksi ini akan diperhitungkan pada tagihan bulan berikutnya.

Sekarang marilah kita pelajari formulanya yaitu sebagai berikut:
1. Jumlahkan semua transaksi periode ini tanpa dikenakan bunga
2. Cek tagihan bulan kemarin apakah ada hutang? Jika TIDAK maka tidak kena bunga (selesai), jika YA maka ke poin 3
3. Cek pada tanggal jatuh tempo tagihan bulan kemarin, apakah tagihan bulan kemarin dibayar lunas? Jika YA maka tidak kena bunga (selesai), jika TIDAK maka kena bunga
4. Kena bunga, dengan 3 kemungkinan
– Hutang dibayar tidak telat (tidak kena denda telat)
– Hutang dibayar telat (kena denda telat)
– Hutang tidak dibayar (kena denda telat)

Catatan: Perhatikan tagihan bulan ini selalu memperhitungkan tagihan bulan sebelumnya apakah sudah dibayar pada jatuh tempo tagihan bulan sebelumnya.

Untuk lebih jelasnya kita gunakan studi kasus (KLIK PADA GAMBAR UNTUK MEMPERBESAR):

1. HUTANG DIBAYAR LUNAS TEPAT WAKTU










Perhitungan Tagihan 1 Februari
1. Jumlahkan semua transaksi periode ini tanpa dikenakan bunga
Periode dari 1 Jan s.d 1 Feb = 1jt + 1,5jt = 2,5jt
2. Cek tagihan bulan kemarin apakah ada hutang? Jika TIDAK maka tidak kena bunga (selesai), jika YA maka ke poin 3
Tagihan 1 Jan = Rp 0, maka tidak ada hutang (selesai)
Kesimpulan:
Total tagihan 1 Feb = 2,5jt + 0 = 2,5jt


Perhitungan Tagihan 1 Maret
1. Jumlahkan semua transaksi periode ini tanpa dikenakan bunga
Periode dari 1 Feb s.d 1 Mar = 500rb + 750rb = 1,25jt
2. Cek tagihan bulan kemarin apakah ada hutang? Jika TIDAK maka tidak kena bunga (selesai), jika YA maka ke poin 3
Tagihan 1 Feb = Rp 2.5jt (lanjut poin 3)
3. Cek pada tanggal jatuh tempo tagihan bulan kemarin, apakah tagihan bulan kemarin dibayar lunas? Jika YA maka tidak kena bunga (selesai), jika TIDAK maka kena bunga
Ya, tagihan 1 Feb dibayar lunas 2,5jt tepat waktu jatuh tempo 15 Feb (maka tidak kena bunga, selesai)
Kesimpulan:
Total tagihan 1 Mar = 1,25jt + 2,5jt – 2,5jt = 1,25jt

2. HUTANG DIBAYAR SEBAGIAN TEPAT WAKTU(Ilustrasi dari brosur BCA klik di sini)

Perhitungan Tagihan 1 Maret
1. Jumlahkan semua transaksi periode ini tanpa dikenakan bunga
Periode dari 1 Feb s.d 1 Mar = 500rb + 750rb = 1,25jt
2. Cek tagihan bulan kemarin apakah ada hutang? Jika TIDAK maka tidak kena bunga (selesai), jika YA maka ke poin 3
Tagihan 1 Feb = Rp 2.5jt (lanjut poin 3)
3. Cek pada tanggal jatuh tempo tagihan bulan kemarin, apakah hutang dibayar lunas? Jika YA maka tidak kena bunga (selesai), jika TIDAK maka kena bunga
Tidak, tagihan 1 Feb hanya dibayar sebagian (250rb) tanggal 15 Feb maka kena bunga
4. Kena bunga, dengan kriteria Hutang dibayar tidak telat (tidak kena denda telat)
Kesimpulan:
Total tagihan 1 Mar = 1,25jt + 2,5jt – 250rb + bunga = Rp. 3,635jt (cara perhitungan bunga dapat dilihat digambar)
Catatan: Perhatikan bahwa walaupun hutang sudah dibayar 250rb, bunga dikenakan BUKAN dari SISA HUTANG melainkan dari total tagihan sebelum dipotong pembayaran.


3. HUTANG DIBAYAR SEBAGIAN LEWAT TANGGAL JATUH TEMPO (TELAT) (Ilustrasi dari brosur BCA klik di sini)



Perhitungan Tagihan 1 Maret
1. Jumlahkan semua transaksi periode ini tanpa dikenakan bunga
Idem studi kasus 2
2. Cek tagihan bulan kemarin apakah ada hutang? Jika TIDAK maka tidak kena bunga (selesai), jika YA maka ke poin 3
Idem studi kasus 2
3. Cek pada tanggal jatuh tempo tagihan bulan kemarin, apakah hutang dibayar lunas? Jika YA maka tidak kena bunga (selesai), jika TIDAK maka kena bunga
Tidak, tagihan 1 Feb hanya dibayar sebagian (250rb) tanggal 20 Feb maka kena bunga
4. Kena bunga, dengan kriteria Hutang dibayar telat (kena denda telat)
Kesimpulan:
Total tagihan 1 Mar = 1,25jt + 2,5jt – 250rb + bunga + denda telat = Rp. 3,656jt (cara perhitungan bunga dapat dilihat digambar)


4. HUTANG TIDAK DIBAYAR (Ilustrasi dari brosur BCA klik di sini)



Perhitungan Tagihan 1 Maret
1. Jumlahkan semua transaksi periode ini tanpa dikenakan bunga
Idem studi kasus 2
2. Cek tagihan bulan kemarin apakah ada hutang? Jika TIDAK maka tidak kena bunga (selesai), jika YA maka ke poin 3
Idem studi kasus 2
3. Cek pada tanggal jatuh tempo tagihan bulan kemarin, apakah hutang dibayar lunas? Jika YA maka tidak kena bunga (selesai), jika TIDAK maka kena bunga
Tidak, tagihan 1 Feb bahkan tidak dibayar maka kena bunga
4. Kena bunga, dengan kriteria Hutang tidak dibayar (kena denda telat)
Kesimpulan:
Total tagihan 1 Mar = 1,25jt + 2,5jt + bunga + denda telat = Rp. 3,99jt (cara perhitungan bunga dapat dilihat digambar)
Catatan: Perhatikan arsir merah pada gambar. Ternyata jika Anda tidak membayar tagihan sampai tanggal jatuh tempo, maka ditagihan Anda bulan berikutnya, Anda dikenakan bunga 2 kali oleh bank yaitu ditanggal 1 Feb – 1 Mar. Ada irisan di sana.

5. KOMPLAIN NASABAH

Jakarta – Saya sebagai pemegang kartu kredit X Platinum no XXXX XXXX XXXX XXXX. Terus terang merasa tidak puas dengan perhitungan bunga dari bank X yang terdengar tidak bisa diterima oleh siapa pun juga dan juga mencerminkan semaunya sendiri.
Pemakaian saya tagihan bulan Mei 2009 sebesar Rp 48 Juta. Tanggal jatuh tempo 20 Mei 2009.
Pada tanggal 11 Mei2009 saya melakukan pembayaran Rp 40 juta. Oleh karena kesibukan saya lupa membayar sisanya yang Rp 8 jutaan. Baru pada tanggal 26 Mei 2009 saya melakukan pembayaran. Pada tagihan bulan Juni 2009 saya dikenakan tagihan bunga sebesar Rp 1,6 juta karena terjadi kekurangan bayar pada tagihan Mei 2009 sebesar Rp 8 jutaan.
Terus terang siapa pun juga manusia di dunia pasti keberatan dengan hal ini. Rp 8 juta terlambat 6 hari dikenakan bunga Rp 1,6 juta . Bank X bisa mempertimbangkan kebijakannya sebelum ditinggalkan pemegang kartu kreditnya. Terima kasih.

Jawaban:
Perhatikan tulisan yang saya tebalkan. Inilah kesalahan kebanyakan nasabah dalam memahami perhitungan bunga kartu kredit. Setelah mengetahui formula kartu kredit yang telah saya jelaskan, kita tentu akan paham mengapa bunganya sampai 1,6jt. Ya.. karena bukan 8 jt yang dibungakan oleh bank melainkan 48juta. Sistem komputerisasi di bank hanya mengecek apakah pada tanggal jatuh tempo tagihan lunas. Jika tidak maka kena bunga. Dan cara menghitung bunganya bukan dari sisa hutang melainkan sebagaimana dijelaskan pada studi kasus ke 2.
Itulah 5 studi kasus dari saya. Sebagiannya disesuaikan dengan brosur resmi BCA. Mudah-mudahan menambah kebijaksanaan kita dalam menggunakan CC. Bahkan dengan sedikit kreatifitas, CC bisa menjadi tools yang ampuh untuk bisnis. Utamanya dalam pengadaan modal sebagaimana dijabarkan di http://www.modalusahaku.com/?id=130

Semoga bermanfaat…

.

Sumber: CoPas